suplemenGKI.com

BERSORAK BAGI TUHAN

Mazmur 27:4-6

 

PENGANTAR

Para pendukung sepakbola pasti akan bersorak penuh semangat sambil bergoyang dan melambaikan tangan, ketika tim kesayangan mereka berhasil memasukkan bola ke gawang lawan. Artinya, kemenangan atas tim lawan itulah yang  menjadi alasan mengapa mereka bersorak.  Bagaimana dengan pemazmur? Adakah alasan bagi pemazmur bersorak?

 

PEMAHAMAN

  • Ayat 4        :  Apa yang pemazmur minta kepada TUHAN?
  • Ayat 5        :  Apa dasar kerinduan pemazmur untuk tinggal di baitNya?
  • Ayat 6        :  Apa respons pemazmur atas kemurahan TUHAN?
  • Pernahkah anda meminta sesuatu kepada TUHAN?  Apa yang menjadi komitmen sebelum mengajukan permintaan?

Ada tiga alasan pemazmur bersorak.  Satu, karena Tuhan telah “melindungi aku dalam pondoknya” (ayat 5).  Kata “melindungi” yang dipakai di sini bermakna bahwa yang dilidungi adalah sesuatu yang berharga sama seperti harta benda. Kebenaran ini menegaskan pengalaman pemazmur sebagai pribadi yang telah menerima pengampunan dosa, bukan karena semata-mata telah melanggar perintahNya, tetapi juga karena Allah memandang setiap anakNya berharga di mataNya.  Kedua, Allah telah “menyembunyikan aku dalam persembunyian di kemahNya”.  Kata “menyembunyikan” bermakna menutupi atau menyelubungi dari serangan musuh.  Mengapa Allah harus bertindak demikian?  Jawabannya ada di alasan yang pertama, karena setiap kita berharga.  Ketiga, Allah “mengangkat” aku.  Kata ini bermakna kemenangan atau memulihkan keadaan, yang semula dikuasai musuh sehingga umatNya tidak bisa berbuat apa, sekarang berbalik dikuasai oleh umat Tuhan.

Ketiga alasan tersebut seolah menyiratkan kehidupan yang aman dan nyaman dalam pertolongan Tuhan.  Siapa yang tidak mau mempercayai Tuhan yang demikian pemurah dan bertanggung jawab penuh atas keselamatan manusia?  Siapa yang bakal menolak ‘layanan’ penuh keamanan bersama Tuhan?  Sesungguhnya pemazmur tidak ingin menawarkan kehidupan indah tanpa persoalan.  Kehidupan megah tanpa air mata. Pemazmur justru  ingin menggambarkan situasi berada dekat dengan Allah, dimana kekuatan, penghiburan dan pemulihan dari persoalan pasti akan diberikan di tengah realita yang dihadapi hari lepas hari.  Kelepasan itu bukan spontan diberikan begitu dekat dengan Tuhan.  Kelepasan itu dimulai dari kesadaran bahwa manusia tidak bisa lepas dari Tuhan.  Kebergantungan pada Tuhan itu dinyatakan pemazmur melalui kerinduannya untuk “diam di rumah TUHAN seumur hidupku” (ayat 4).  Melalui sikap yang bergantung penuh pada Tuhan, Ia akan memberikan semangat dan sukacita baru untuk mengalami kelepasan melalui sikap yang bersedia menghadapi persoalan demi persoalan secara langsung.  Atas dasar inilah pemazmur “menyanyi dan bermazmur bagi TUHAN” (ayat 6).

 

REFLEKSI

Mari merenungkan: kunci kemenangan dalam hidup dimulai dari sikap yang bersedia menjaga relasi dengan Tuhan.

 

TEKADKU

Tuhan tolong aku agar mampu bergaul karib dengan-Mu sebab Engkaulah juruselamat dan sumber kekuatanku.

 

TINDAKANKU

Mulai hari ini aku akan terus mengusahakan waktu agar dapat menjalin relasi dengan Tuhan, berdoa, beribadah, membaca firman, dll.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«