suplemenGKI.com

Markus 10:35-45

Pemimpin Yang Melayani

 

                Konsep sebagai seorang pemimpin yang harus mempunyai kedudukan dan kekuasaan rupa-rupanya juga ada dalam diri murid-muridNya. Mereka , dalam hal ini Yakobus dan Yohanes, meminta Tuhan Yesus untuk memberikan kedudukan di sebelah kanan dan kiri waktu kemuliaan Yesus dinyatakan.

  1. Apa yang sesungguhnya diminta oleh Yohanes dan Yakobus kepada Tuhan Yesus?
  2. Apa jawaban Tuhan Yesus atas permintaan dari mereka?
  3. Apa yang ingin Tuhan Yesus ajarkan berkaitan dengan kepemimpinan?
  4. Mengapa murid-murid yang lain menjadi marah kepada Yohanes dan Yakobus?
  5. Hal apakah yang dapat kita ambil dari bacaan ini?

 

Renungan:

                Yakobus dan Yohanes mendekati Yesus, dan meminta untuk diijinkan duduk bersamaNya dalam kemuliaan pemerintahan kerajaan Allah. Mereka berdua mengharapkan duduk di sebelah kanan dan kiri Tuhan Yesus, secara tidak langsung sebenarnya mereka juga berharap sebagai pemimpin di antara para murid, kedudukan yang tetap atau permanen. Mereka mengharapkan keutamaan diantara murid, penghargaan sebagai pemimpin, dan juga pengakuan akan kedekatan dengan pribadi Yesus, yang akan menjadi seorang pemimpin kelak dalam kerajaan Allah.

                Tetapi sesungguhnya permintaan tersebut tidak memahami pemikiran sang Pemimpin yang menuju ke salib (via dolorosa). Banyak murid memandang diriNya sebagai pemimpin dari kerajaan saat ini dan melupakan tujuan utama kedatangan  Yesus ke dunia, yaitu menjalani salib. Yakobus dan Yohanes menginginkan penghargaan atas kesetiaan mereka, tanpa perlu membayar harganya. Yesus selalu dengan tegas menjelaskan maksud kedatanganNya ke dunia dan menantang mereka untuk menjalani apa yang seharusnya Yesus jalani. Yesus juga memberitahukan bahwa kedudukan di dalam kerajaan Allah berdasarkan pada kehendak Allah.

                Keinginan Yohanes dan Yakobus yang “di tolak” oleh Yesus, membuat murid-murid yang lain menjadi marah kepada mereka berdua. Kemarahan para murid, bisa saja karena sesungguhnya mereka yang lain juga mengharapkan yang sama yaitu kedudukan di samping Yesus. Kemungkinan yang  lain, kemarahan itu terjadi karena mereka sebenarnya juga tidak mau di bawah Yohanes dan Yokobus sebagai pemimpin mereka.

                Mendengar dan melihat pertengkaran para murid, Yesus memberikan konsep pemimpin yang baru dengan menyatakan “Barang siapa yang ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu dan barang siapa yang ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya”. Yesus ingin mengajak mereka menjadi pemimpin dengan konsep melayani. Kalau pemerintah dunia menggunakan kekuasaan untuk menindas atau mencari keuntungan pribadi atau kelompoknya maka Yesus menawarkan yang lain, yaitu pemimpin yang mempunyai kekuasaan, dan kekuasaannya digunakan untuk melayani sesamanya. Allah menghendaki bahwa pemimpin haruslah orang yang memahami benar kehidupan seorang pelayan, dimana seorang pelayan yang tidak mencari kepentingannya sendiri tetapi ia rela berkurban bagi orang lain.

                Sudahkah kita menjadi pemimpin yang siap melayani sesama kita?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«