suplemenGKI.com

DOA BAGI KELUARGA

2 Samuel 23:1-7

 

Pengantar
Upacara penutupan berbagai kegiatan besar, seperti kegiatan turnamen olahraga nasional dan internasional atau festival musik, selalu disiapkan dengan gaya yang cukup meriah. Tujuannya adalah agar kegiatan tersebut dapat dikenang dan tersimpan di dalam ingatan. Pada akhir urutan acara biasanya diberi kesempatan kepada pemimpin untuk menyampaikan ucapan terakhir yang menutup rangkaian kegiatan tersebut. Maka dari itu, panitia penyelenggara selalu menyiapkannya dengan sangat matang.

Pada bagian akhir kepemimpinannya, Daud mengungkapkan perkataan terakhir yang juga mampu menguatkan bangsanya bahwa mereka bisa melewati tantangan-tantangan yang berat, namun perkataan terakhir Daud tidak hanya berfokus kepada bangsanya tetapi juga menyentuh kehidupan komunitas yang lebih kecil, yaitu keluarga.

Pemahaman

  • Ayat 1-4     : Apa yang dihayati oleh Daud atas penyertaan Roh Tuhan?
  • Ayat 5-7     : Bagaimana Daud menempatkan keluarga dalam perenungannya?

Dalam beberapa teks Perjanjian Lama, penulis mencantumkan perkataan terakhir dari setiap pemimpin utama pada masanya. Selain Daud yang perkataannya terakhirnya tercatat dalam kitab ini, ada juga Yakub (Kej. 49) dan Musa (Ul. 33) yang perkataan terakhirnya tercatat di dalam Alkitab. Perkataan terakhir disampaikan bukan hanya untuk memberikan kesan dan pesan, tetapi juga untuk memanjatkan doa kepada Tuhan berupa permohonan atau harapan kepada Tuhan yang akan selalu menyertai kehidupan bangsanya sepanjang masa seperti yang juga dilakukan oleh Daud.

Daud mengungkapkan tentang cara Roh Tuhan yang melindungi seluruh kehidupannya. Daud mengimani bahwa pertolongan Tuhan hadir ketika ia mampu mendengarkan suara-Nya yang kemudian menuntun, menjadi perantara untuk menyampaikan Firman Tuhan, dan juga bersaksi atas kebesaran Tuhan. Daud memegang prinsip bahwa setiap orang yang memiliki kuasa harus memerintah dengan takut akan Allah karena kehidupan akan semakin bersinar seperti fajar di waktu pagi (ay. 4). Hal inilah yang menjadi pesan dari Daud dalam perkataan terakhir bagi penerusnya agar selalu memiliki kerinduan untuk mengarahkan hidup kepada tuntunan Tuhan.

Bagian yang menarik dalam perkataan terakhir ini adalah ketika Daud juga menyinggung soal keluarganya, yang telah ia tuntun sedemikian rupa. Daud mengungkapkan bahwa ia tidak hanya menjadi pemimpin bagi Israel tetapi juga menjadi pemimpin bagi keluarganya. Kuasa yang dimiliki oleh Daud, yang disertai oleh Roh Tuhan sejak semula, membuat Daud mampu bersikap dan bertindak dengan tepat, sehingga seluruh anggota keluarga, yang juga bisa berarti seluruh bangsanya, dapat merasakan Tuhan yang telah menumbuhkan dan membangkitkan jalan keselamatan dan sukacita di tengah kehidupan mereka. Daud menyadari bahwa apa yang terjadi di dalam hidup keluarga, bukan karena dirinya, tetapi karena Tuhan. Daud mengecam semua orang yang dursila, yang tidak patuh dan menyangkal Tuhan yang mampu membawa kehidupan dalam keselamatan. Setiap mereka yang tidak mau merasakan kehadiran Tuhan dan mengakui bahwa segala hal yang terjadi dalam kehidupan adalah atas pertolongan Tuhan, maka hdidupnya tidak akan pernah merasakan ketenangan.

Refleksi
Kita dapat belajar seperti Daud untuk merenungkan kehadiran Tuhan dalam hidup kita, bukan hanya untuk tugas dan tanggun jawab kita setiap hari dalam pekerjaan, pendidikan, atau kehidupan bersama masyarakat, tetapi juga belajar untuk merenungkan kehadiran Tuhan di dalam kehidupan keluarga kita masing-masing. Pada hari ini, kita semua diajak untuk kembali merasakan bahwa hanya besama dengan Tuhan, takut, dan tunduk kepada setiap penyertaan-Nya akan memampukan kita dan orang-orang di sekitar kita semakin merasakan ketenangan dan kebaikan, karena Ia yang menuntun kehidupan kita. 

Tekadku
Tuhan, sertai diriku secara pribadi, juga orang-orang yang ada di sekitarku: anggota keluarga, rekan-rekan kerja, dan juga sahabat, agar selalu merasakan penyertaan-Mu di dalam kehidupan kami.

Tindakanku
Pada hari ini, saya akan mendoakan salah satu anggota keluarga atau sahabat secara khusus. Saya akan bertanya kepadanya apakah ada hal yang perlu saya doakan secara khusus. Kemudian, saya mengambil waktu dan mendoakannya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«