suplemenGKI.com

Kamis, 18 Maret 2021

17/03/2021

Yeremia 31:31-34

MENYENANGKAN HATI ALLAH

 

Pengantar
Menurut legenda, Qu Yuan adalah seorang pejabat pemerintah Tiongkok yang bijak dan patriotik. Ia hidup pada masa yang dikenal sebagai periode Perang Antarnegara (475-246 sm). Konon Qu Yuan berulang kali memperingatkan rajanya tentang ancaman besar yang akan menghancurkan negaranya, tetapi raja menolak nasihatnya. Akhirnya Qu Yuan diasingkan. Saat Qu Yuan mengetahui kejatuhan negaranya karena serangan musuh yang telah ia peringatkan sebelumnya, ia pun bunuh diri.

Qu Yuan mirip  dengan Nabi Yeremia. Yeremia pun hidup dan melayani ditengah para raja yang mencemooh peringatannya. Perbedaannya terletak pada sikap dalam menanggapi situasi, meski tidak direspon dengan positif Nabi Yeremia tidak berhenti menyampaikan firman Tuhan. Tidak sedikit ancaman diterima oleh Yeremia namun Yeremia tidak berhenti melaksanakan tugas pelayanannya.

Teks bacaan hari ini merupakan nubuatan Yeremia tentang masa depan bangsa Yehuda dan Israel yang akan segera menjalani hukuman Allah.

Pemahaman
Ayat 31 – 32      Peringatan apa yang disampaikan oleh Allah melalui Yeremia kepada bangsa Israel dan Yehuda ?
Ayat 33 – 34      Seperti apakah perjanjian baru yang disampaikan Allah melalui Yeremia ?

Hidup dalam kehampaan dan ketidakpastian. Itulah yang  akan dirasakan oleh bangsa Yehuda dan bangsa Israel yang di pembuangan. Mereka akan merasakan duka yang sangat dalam. Yerusalem kota Allah yang sangat mereka banggakan akan hancur. Bait Suci yang menjadi lambang kehadiran Allah ditengah-tengah umat juga akan dihancurkan. Bahkan hidup mereka seperti kembali ke titik nol. Mereka seperti kembali ke masa-masa ketika nenek moyang mereka diperbudak ditanah Mesir.

Teks bacaan hari ini merupakan rangkaian dari nubuatan Yeremia tentang masa depan umat Allah. Khususnya ketika hukuman Allah akan segera menimpa mereka. Allah sangat membenci dosa, hukuman Allah tidak lagi bisa ditawar-tawar. Namun nubuatan dalam teks bacaan memperlihatkan bahwa meski umat Allah telah melakukan kesalahan dan dihukum, bukan berarti Allah sepenuhnya meninggalkan mereka dan melupakan mereka.

Kehancuran Yerusalem dan Bait Suci yang berlanjut dengan pembuangan ke Babel merupakan konsekuensi yang harus diterima oleh umat Allah karena penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan. Namun bukan berarti Allah meninggalkan umat-Nya. Yeremia menyampaikan nubuatan tentang masa depan bangsa Yehuda. Dimana Allah akan memperbaharui perjanjian-Nya. Perjanjian yang sebelumnya telah dibuat-Nya dengan nenek moyang Israel dan Yehuda. Perjanjian yang telah dilanggar oleh nenek moyang mereka.

Allah kecewa dengan perjanjian yang telah dibuat-Nya dimasa lampau, karena perjanjian itu telah dilanggar. Umat tidak hidup berkenan dihadapan Allah. Allah menyampaikan perjanjian baru yang hendak Allah buat dengan umat-Nya. Bahwa hubungan antara Allah dengan umat-Nya akan kembali dibaharui dan akan kembali harmonis. Yerusalem dan Bait Allah akan dibangun kembali dan umat Allah akan kembali.

Seluruh nubuatan Yeremia dimasa lampau telah terjadi. Hukuman Allah menimpa atas Israel dan Yehuda. Namun nubuatan tentang perjanjian baru dengan Allah telah diwujudkan. Puncak dari perjanjian itu adalah dengan kehadiran Yesus Kristus. Allah memperkenalkan diri-Nya kepada umat. Allah hadir sebagai manusia dan ikut merasakan penderitaan manusia.

Bacaan hari ini mengajarkan kepada umat Allah betapa Allah adalah Allah yang penuh kasih. Meski Allah membenci sikap umat-Nya yang seringkali melanggara perintah-Nya, namun Allah tetap memperlihatkan kasih-Nya. Oleh karenanya sikap iman yang benar harus ditunjukkan sebagai rasa syukur atas anugerah kasih Allah. Hidup dalam kebenaran dan tidak melakukan hal-hal negatif merupakan sikap iman yang harus dibangun.

Refleksi
Allah adalah Allah yang membenci kejahatan dan dosa. Allah tidak berkompromi terhadap hal-hal yang negatif. Namun Allah adalah kasih. Allah sangat mengasihi umat-Nya. Pengampunan telah dianugerahkan. Masa depan yang baik disiapkan. Yang terpenting bagaimana umat menyikapi semuanya itu. Apakah akan tetap ada dalam dosa atau mulai bertindak menyenangkan hati Allah ?

Tekadku
Ya Allah kami bersyukur atas anugerah kasih-Mu dalam Yesus Kristus, kami memang manusia yang tidak sempurna dan memiliki banyak kekurangan, namun jangan biarkan kami berkompromi pada dosa. Mampukan kami hidup meneladani hidup Kristus agar kami menjadi saksi bagi banyak orang

Tindakanku
Setiap hari belajar mengasihi sesama dengan cara saling memperhatikan dalam keluarga. Memperhatikan dan mendoakan tetangga  dan rekan dalam persekutuan yang berkesusahan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«