suplemenGKI.com

Paulus menyadari bahwa banyak orang-orang yang ingin berusaha menghancurkan apa yang telah dibangun olehnya. Paulus membangun setiap jemaat yang ada dengan kebenaran Firman Tuhan, sedangan ajaran sesat membangun ajarannya dengan mengandalkan kekuatan dan kebanggaannya sendiri.

  1. Secara pribadi banyak hal yang dapat dibanggakan oleh Paulus berkaitan dengan masa lalunya dia. Hal-hal apa saja yang diungkapkan oleh Paulus tentang dirinya sendiri? Perhatikan ayat 4b-6.
  2. Mengapa Paulus meninggalkan apa yang dulu menjadi kebanggaannya?
  3. Sekarang apa yang menjadi kebanggaan Paulus dalam hidupnya?
  4. Apa yang sebenarnya dikehendaki oleh Paulus di dalam hidupnya? Perhatikan ayat 10-11.
  5. Dorongan apakah yang membuat Paulus giat melayani Tuhan Yesus?

Renungan

Paulus menjelaskan bahwa sebenarnya ia punya alasan untuk membanggakan diri secara lahiriah, ia berasal dari suku Benyamin, suku dimana raja Israel yang pertama lahir. Disunat pada hari ke 8, yang berarti bahwa sejak lahir ia sudah terhisap sebagai umat perjanjian Allah. Ia seorang Farisi, artinya orang yang taat dan setia kepada hukum Taurat, kegiatannya menganiaya jemaat.

Paulus menyadari bahwa itu semua ia banggakan ketika belum mengenal Kristus, namun setelah mengenal Kristus apa yang dulu dianggap untung sekarang dianggap rugi. Paulus menyadari bahwa semakin mengenal Kristus, ia semakin mengerti yang mulia. Sehingga apa yang dulu dibanggakan sekarang dianggap tidak berguna lagi bahkan sebagai sampah.

Paulus juga menyadari bahwa ia dapat mengenal kebenaran di dalam Kristus, bukan karena kebenaran dirinya sendiri, namun karena ia percaya kepada Kristus. Kebenaran di dalam Kristus inilah yang menjadikan Paulus senantiasa rindu semakin mengenal Kristus dan kuasa kebangkitanNya. Kuasa Kristus inilah yang menjadikan Paulus semakin ingin hidup serupa dengan Kristus.

Keinginan untuk hidup serupa Kristus, memacu Paulus untuk terus maju mengarahkan pandangan ke panggilan surgawi.

Bagaimana dengan kita semua yang telah hidup dalam Kristus Yesus? Apakah masa lalu kita menghambat pertumbuhan iman kita? Tanpa disadari banyak orang yang terus menerus membanggakan masa lalu mereka, antara lain keberhasilan belajarnya/kuliahnya, bekerjanya, pergaulannya dll. Yang akhirnya menjadikan mereka selalu mengharapkan masa-masa tersebut kembali lagi, sehingga melihat masa kini selalu diukur dengan keberhasilan masa lalu. Mereka yang memiliki pikiran demikian pasti sangat sulit sekali untuk dapat mensyukuri karya Tuhan di masa kini.

Paulus mengajak untuk kita meninggalkan masa lalu dan mengarahkan diri kepada panggilan surgawi. Bagi Paulus, hidup di dalam Kristus sangat berarti dan sangat mulia, oleh karenanya ia berharap dapat semakin mengenal Kristus dan kuasaNya. Biarlah kita menyadari bahwa kebanggaan akan hal-hal lahiriah akan menghambat kita untuk bertumbuh di dalam Kristus.

Seseorang akan mengejar sesuatu yang paling penting di dalam hidupnya, apakah Kristus menjadi paling penting dalam hidup saudara?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

1 Comment for this entry

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*