suplemenGKI.com

Kamis, 18 Juni 2020

17/06/2020

SETIA MESKI DITOLAK

Yeremia 20:7-13

 

Pengantar
Harus diakui bahwa menyatakan, melakukan, dan membawa kebenaran Kristus di tengah-tengah lingkungan kehidupan, bukan hal yang mudah. Mungkin kita akan mengalami intimidasi dari orang-orang yang tidak suka dengan apa yang kita perbuat. Sebutan ‘sok suci’ bisa jadi akan disematkan kepada kita. Saudara, Yeremia pernah mengalami kondisi yang membuatnya tidak nyaman ketika harus menyatakan suara kebenaran bagi bangsa Israel. Ia harus mengalami tekanan ketika melakukan tugasnya. Bagaimanakah ia tetap setia dan bertahan dalam seluruh persoalannya? Mari kita renungkan bersama.

Pemahaman

  • Ayat 7-8, 10  : Pergumulan apakah yang tengah dirasakan oleh Yeremia?
  • Ayat 9, 11-12                : Apa yang membuat Yeremia tetap setia dan bertahan dalam melakukan tugas panggilannya ?

Sebagai seorang nabi, sangat wajar jika Yeremia merasa letih dan kesal dengan permasalahan yang dihadapinya. Ketika ia menyatakan kebenaran, justru ia mengalami hal yang tidak menyenangkan. Yeremia mengalami kepedihan karena ia menjadi bahan ejekan dan tertawaan (ayat 7). Ada dua hal yang menyebabkan ejekan pada Yeremia, yakni gayanya dalam menyuarakan firman Tuhan dengan berteriak dan menyerukan kelaliman dan aniaya (ayat 8). Rupanya berita yang disampaikan oleh Yeremia, membuat hati bangsa Israel kesal dan sedih. Mereka justru lebih senang dengan tindakan yang menyimpang dari kebenaran Firman Tuhan. Israel saat itu telah melakukan berbagai macam dosa: penyembahan berhala, ketidakadilan, dan penyalahgunaan ibadah. Sesungguhnya mereka dipanggil untuk kembali ke jalan yang benar. Akan tetapi, sikap tegar tengkuk membuat hukuman TUHAN tak dapat terhindarkan. Mereka akan mengalami masa pembuangan ke tanah Babel.

Apa yang dilakukan oleh Yeremia, tak diindahkan oleh bangsa Israel. Seharusnya mereka menghormati keberadaan Yeremia sebagai seorang nabi. Mereka malah mengatakan hal yang buruk tentang Yeremia di belakang, memfitnah atau menyebarkan kebencian terhadap dirinya (ayat 10). Dengan persoalan yang sedang dihadapinya, Yeremia sempat tergoda untuk berhenti dan menyerahkan pekerjaannya. Namun, ketika ia hampir menyerah, ia justru mendapatkan semangat seperti api yang menyala-nyala dari dalam dirinya (ayat 9). Meskipun ia harus mengalami hal yang sangat menyakitkan dan tidak dihormati oleh bangsa Israel, ia tetap memberi diri untuk mengabdi kepada Tuhan. Ia percaya bahwa Tuhan ada di pihaknya dan melindunginya dari rencana jahat yang dirancangkan oleh bangsa Israel yang tidak menyukai akan kehadirannya (ayat 11). Yeremia yakin bahwa Tuhan sendiri yang akan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang berlaku jahat, sehingga mereka akan menjadi malu (ayat 12).

Refleksi
Renungkanlah: Sudah berapa lama saudara dipercaya untuk melayani Tuhan? Bagaimana respon yang saudara berikan ketika ada orang lain yang tak suka akan pelayanan yang saudara lakukan: membela diri, menjauhi orang itu, atau justru tetap setia dalam tantangan yang dihadapi? Saudara, jika kita melayani hanya berfokus pada kesulitan yang dihadapi, maka pelayanan akan terasa berat. Sebaliknya, jika pelayanan berfokus pada Tuhan dan untuk kemuliaan nama-Nya, maka kita akan selalu bersukacita dalam menjalaninya. 

Tekadku
Ya Tuhan, mampukan aku agar tetap setia dan melayani dengan kesungguhan hatiku. 

Tindakanku
Aku akan mengambil waktu untuk mendoakan bidang pelayanan yang dipercayakan Tuhan kepadaku. Aku juga turut mendoakan rekan kerja yang bersama-sama denganku, agar kami dimampukan untuk menghadapi setiap tantangan pelayanan dengan setia dan takut akan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«