suplemenGKI.com

Kamis, 18 April 2019

17/04/2019

MEMBANGUN JEMBATAN DAMAI

Kisah Para Rasul 10:34-43

 

Pengantar
Sampai sekarang, di berbagai belahan dunia masih ada sikap rasialis yang menghasilkan kebencian antar manusia. Sikap ini menghasilkan ketidakadilan, pertikaian, bahkan peperangan. Orang Yahudi pernah mengalami penderitaan dahsyat karena perlakuan rasialis dari bangsa Jerman. Namun banyak orang Yahudi pada masa Perjanjian Baru pun bersikap rasialis. Mereka merasa satu-satunya umat Allah yang berhak atas semua janji-Nya. Bangsa-bangsa lain tak lebih daripada binatang yang tak layak mendapat anugerah Allah. Sikap rasis umat Yahudi disebabkan kekeliruan mereka memahami konsep umat pilihan. Bagi mereka, umat pilihan adalah semata-mata hak istimewa. Mereka lupa panggilan istimewa adalah untuk tugas/kewajiban mulia, membawa bangsa-bangsa lain kepada Allah. Apakah yang perlu kita lakukan untuk membangun kedamaian dunia tanpa sikap rasis? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 34-36 :  Mengapa Petrus mengubah pandangannya terhadap bangsa lain?
  • Ayat 37- 43:  Apakah yang dijelaskan Petrus dalam kotbahnya kepada Kornelius?

Dalam perikop ini kita dapati khotbah Petrus kepada Kornelius dan teman-temannya. Bagi orang Yahudi, bergaul dengan orang non-Yahudi merupakan pantangan. Apa yang dilakukan Petrus menghancurkan hukum yang selama ini berlaku. Namun, Petrus melakukan semua itu karena Allah. Allahlah yang menghancurkan dua tradisi manusia yang saling bertolak belakang: Kornelius “si kafir” menyembah Petrus, dan keputusan Petrus “Yahudi” datang ke rumah Kornelius. Di dalam Allah hubungan sesama manusia tidak ada penghalang. Dengan kata lain, tradisi yang bertentangan dengan prinsip Allah haruslah dihapuskan dan diganti dengan kebenaran firman Tuhan. Kehadiran Petrus di hadapan Kornelius telah membangun jembatan damai yang selama ini tak terseberangi. Petrus menyatakan dengan tegas kepada Kornelius bahwa Allah tidak membedakan orang. Allah berkenan atas setiap orang dari bangsa manapun yang datang dengan tulus mencari-Nya termasuk Kornelius yang adalah seorang kafir. Rahasia perkenan Allah atas semua orang ini terletak pada diri Yesus Kristus (ayat 36-38). Melalui kematian-Nya di salib dan kebangkitan-Nya dari antara orang mati, Yesus telah menyediakan jalan keselamatan untuk semua orang dan semua bangsa. Petrus, sebagai seorang Yahudi belajar mengatasi sikap rasialis dan menerima Kornelius, seorang kafir, sebagai sesama manusia yang dikasihi Allah (ayat 34). Bahkan Petrus menyadari bahwa panggilannya mengikut Yesus adalah untuk memberitakan keselamatan bagi semua orang (ayat 42).

Merenungkan hal ini, bagaimanakah respons kita? Tentu kita bersyukur karena kita yang bukan Yahudi telah diberi kesempatan untuk menerima kasih karunia keselamatan di dalam Kristus. Tugas kita sekarang adalah memberitakan anugerah itu kepada semua orang lintas ras, suku, bangsa, dan bahasa, juga status sosial. Di mana pun berada , marilah kita membangun jembatan damai agar semua orang dapat merasakan kasih, keselamatan dan damai sejahtera yang dari Tuhan. 

Refleksi
Bayangkanlah bila di dunia ini tak ada jembatan. Pastilah kita sulit mengenal masyarakat di seberang. Kita bersyukur kalau ada banyak jembatan dibangun sehingga kita bisa melintasi sungai dengan mudah.  Relasi dan interaksi dengan masyarakat di seberang pun menjadi lebih erat dan dekat. Apakah saat ini relasi dan interaksi Anda dengan orang lain juga sedang dipisahkan oleh  jarak yang tak terseberangi? Hal ini biasanya ditandai dengan rasa benci dan gemar menghakimi serta enggan berelasi.  Bila hal ini yang terjadi, maukah Anda merendahkan diri untuk membangun jembatan damai seperti yang Tuhan kehendaki? 

Tekadku
Ya Tuhan, mampukanlah aku untuk tidak membeda-bedakan atau bahkan menghakimi orang.  Berilah aku hikmat untuk membangun jembatan damai di manapun 

Tindakanku
Aku akan membangun persahabatan dan persaudaraan sejati dengan semua orang tanpa curiga & prasangka.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«