suplemenGKI.com

Roma 12 : 1

“Ibadah yang benar”

Banyak orang memahami bahwa ibadah mengikuti kebaktian di gereja pada hari minggu atau mengikuti persekutuan-persekutuan sector atau yang lainnya. Pemahaman seperti itu tidak salah tetapi kurang lengkap, karena ibadah kepada Tuhan menyangkut kehidupan orang beriman secara totalitas.

Pertanyaan penuntun.

1.       Mengapa rasul Paulus menasehati jemaat di Roma ?

2.       Apa isi nasehatnya ?

3.       Bagaimana kita memaknai hidup kita sebagai ibadah yang sejati ?

RENUNGAN.

Ajakan dan ajaran rasul Paulus mengenai kehidupan Kristen dibuka dengan sapaan, “Saudara-saudara…..aku menasehati kamu”, hal ini sebenarnya menunjukkan bahwa rasul Paulus ingin menyatakan perhatiannya yang mendalam kepada jemaat di Roma, agar mereka dapat menjalani kehidupan kekristenan dengan bijaksana dan takut akan Tuhan. Bagi rasul Paulus kehidupan Kristen merupakan sambutan atas kemurahan Allah atau Anugerah Allah yang besar terhadap orang percaya. sehingga orang Kristen dapat memaknai hidup ini sebagai Anugerah Allah yang harus dijalani dengan menyenangkan hati Allah.

Menyadari bahwa hidup ini adalah Anugerah Allah maka dalam nasehatnya rasul Paulus mengatakan supaya orang percaya [Kristen], mempersembahkan tubuhnya [ayat 1, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu]. Yang dimaksud rasul Paulus disini adalah penyerahan diri kepada Allah secara total. Sedangkan yang dimaksud tubuh disini adalah kehadiran kita di dunia ini baik pikiran, perkataan, perbuatan, seluruh kemampuan dan kegiatan kita harus dipersembahkan kepada Tuhan. mengapa harus Tubuh yang dipersembahkan ? bahwa selain tubuh tidak ada yang lain yang harus dipersembahkan orang Kristen, bukan pemberian kita yang Tuhan kehendaki tetapi Tuhan menghendaki diri kita sendiri. Lalu apa syaratnya ? Pertama : persembahan itu merupakan persembahan yang hidup. Orang Kristen memiliki hidup baru, dan hidup yang baru itu yang dibangkitkan oleh Roh Kudus sehingga orang Kristen hidup bagi Allah dan mati bagi dosa. Jadi persembahan yang hidup adalah penyerahan diri kita untuk menempuh hidup baru yang menjauhi dosa. Kedua : Persembahan yang kudus. Mempersembahkan tubuh kepada Allah berarti bahwa seluruh kehidupan kita adalah milik Allah, dan untuk selanjutnya hidup kita diproses seturut kehendakNya, kita dimurnikan dan dikuduskan untuk pekerjaan yang mulia. Ketiga : berkenan kepada Allah. seorang Kristen harus berupaya terus hidup semakin sesuai dengan kehendak Dia yang adalah pemilik hidup kita sehingga persembahan hidup kita menjadi berkenan kepada Dia.

Di akhir ayat 1 rasul Paulus menegaskan dengan kalimat, “itu adalah ibadahmu yang sejati”. Dalam pengertian secara sederhana ibadah yang sejati tidak hanya memperhatikan hal-hal yang bersifat ritual-ritual saja atau kebaktian-kebaktian saja tetapi mempersembahkan kehidupan sehari-hari baik pikiran kita, perkataan kita maupun perbuatan kita kepada Tuhan. Sebagai orang Kristen seharusnya kita dapat memaknai hidup kita sebagai persembahan kepada Allah, dimanapun kita ditempatkan Allah. Melalui pikiran, perkataan dan perbuatan kita, hendaknya kita dapat menjalani kehidupan ini sebagai terang bagi orang lain dimana kita di tempatkan Allah. itulah ibadah yang sejati dimana hidup kita sebagai orang Kristen dapat bermakna dan menjadi terang bagi orang-orang yang berada disekitar kita. Bagaimana dengan hidup saudara ? apakah saudara menjalani kehidupan ini sebagai persembahan yang hidup kepada Allah ? apakah saudara menjalani kehidupan ini sebagai ibadah ?  

“Ibadah yang sejati adalah penyerahan hidup secara totalitas kepada Allah untuk menjadi berkat bagi sesama”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*