suplemenGKI.com

Iman Yang Teguh

Ibrani 11:23-29

 

Pengantar
                Berbicara soal iman seringkali kita dianggap aneh karena seakan–akan kita berbicara yang abstrak. Namun penulis Ibrani ingin menunjukkan fakta-fakta sejarah bangsa Israel yang beriman teguh kepada Allah pencipta alam semesta ini. Catatan terhadap orang-orang yang beriman ditulis dengan baik untuk setiap orang percaya boleh meneladani imannya. Mari kita mencoba melihat teladan dari mereka, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan masa kini.

Pemahaman
Ay 23, Apa yang ingin penulis Ibrani gambarkan tentang iman?
Ay 24-25, Apa yang dilakukan Musa waktu dewasa?
Ay 26, Apa yang menjadi konsepnya tentang penderitaan di dalam Tuhan?
Ay 27-29, perbuatan apa saja yang menunjukkan iman Musa?

Penulis Ibrani menuliskan banyaknya orang-orang dalam perjanjian lama yang beriman kepada Allah yang hidup, dan perjalanan iman mereka dicatat untuk menjadi kesaksian yang hidup bagi generasi yang akan datang.

Penulis Ibrani memberikan kesaksian bahwa kehadiran Musa, tidak terlepas dari iman orang tuanya yang berani menyembunyikan bayi Musa selama tiga bulan. Setelah dewasa Musa menjadi orang yang peduli dengan bangsa Israel yang waktu itu sedang menderita sengsara karena penindasan dari bangsa Mesir. Penderitaan Musa bersama dengan bangsa Israel dirasakan lebih berharga dari semua harta Mesir.

Karena iman, Musa berani meninggalkan Mesir, tanpa takut dengan kemarahan Firaun. Karena iman pula orang Israel memberikan percikan darah domba di depan pintu rumah mereka sehingga anak-anak sulung mereka selamat dari kematian. Dengan iman pula bangsa Israel melintasi Laut Merah seperti berjalan ditanah yang kering sedang orang-orang Mesir tenggelam di dalamnya.

Penulis Ibrani menegaskan bahwa beriman teguh itu sangat penting walaupun waktu menghadapi persoalan tersebut terasa sangat sulit sekali. Penulis Ibrani juga menyadarkan bahwa beriman itu dapat juga mengalami penderitaan secara fisik dan mental. Namun beriman itu akan terus menghantar orang-orang percaya semakin dekat dengan Tuhan. 

Refleksi
Ambil beberapa waktu untuk merenungkan: Apakah selama ini iman anda tetap teguh? Dan pernahkah anda menyaksikan iman anda kepada orang lain?

Tekadku
Ya, Tuhan ajarkanlah kami untuk terus beriman teguh di dalam situasi apapun juga.

Tindakanku
Hari ini saya ingin menyaksikan iman saya kepada teman kerja / kuliah / tetangga.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*