suplemenGKI.com

Mazmur 1:4-6.

 

Jalan Orang Fasik Menuju Pada Kebinasaan.

Pengantar:
Haddon W. Robinson, dalam tulisannya yang berjudul “Terjebak arus” Haddon menceritakan sebuah kisah nyata yang terjadi dengan sebuah kapal pesiar yang terdampar di kepulauan Scilly di dekat pantai daratan Inggris. Banyak orang tidak menyangka mengapa kapal pesiar mewah itu bisa mengalami musibah, sedang cuaca begitu cerah dan lautpun dalam kondisi tenang. Rupanya kapal tersebut terjebak arus dalam yang berbahaya sehingga tanpa terasa arahnya telah menyimpang. Sebelum kapten menyadari hal itu, kapal mewah itu keburu menabrak karang laut yang besar dan kemudian karam. Dalam kehidupan ini, ada banyak arus pergaulan yang dapat menjebak dan membawa kita pada kehancuran. Dan seringkali kita terlambat menyadari arus jebakan itu, dan kita baru menyadarinya ketika kondisi sudah lemah dan tidak berdaya untuk menolaknya.

Pemahaman:

  1. Bagaimanakah ciri-2 jalan orang fasik yang akan menuju pada kebinasaan? (v. 5)
  2. Bagaimanakah kehidupan orang yang jalannya menuju kebinasaan? (v. 4)
  3. Bagaimana dengan kita, sudahkan kita menjauhi jalan hidup orang fasik?

Tidak dijelaskan secara detail oleh pemazmur, bagaimana ciri-ciri jalan orang fasik.

Tetapi yang pasti adalah kebalikan dari ciri-ciri jalan hidup orang benar (Lih. v.1-2). Orang fasik dikatakan tidak tahan dalam penghakiman dan dalam kumpulan orang benar. Secara sederhana bisa dikatakan bahwa orang fasik itu segala: perbuatan, sikap dan tingkah lakunya adalah jahat, sebab kata fasik sendiri bermakna jahat dan bertentangan dengan kebenaran Firman Tuhan, akibatnya orang fasik akan dihakimi. Dihakimi di sini lebih mengarah pada dihukum sebagai akibat dari kefasikannya.

Jalan hidup orang yang menuju pada kebinasaan atau hidup orang fasik, digambarkan oleh pemazmur mereka seperti sekam. Sekam adalah ampas padi yang kasar tetapi ringan sehingga mudah ditiup angin. Artinya, orang fasik itu tidak bernilai, tidak berkualitas dan tidak berguna. Jika ia berada di lingkungan orang benar: kehadirannya, pendapatnya dan keberadaannya tidak dibutuhkan karena tidak bermakna. Segala yang dikerjakan oleh orang fasik melulu menuju pada kebinasaan. Tetapi itu seringkali tidak disadarinya, ketika sudah sampai pada kebinasaan baru menyadarinya, tetapi sudah terlanjur menderita. Hal ini mengingatkan agar kita jangan memilih jalan orang fasik agar terhindar dari kebinasaan.

Refleksi:
Mari renungkan, apakah kita masih berada di jalan orang fasik yang menuju kebinasaan? Misalnya, kita masih malas beribadah, malas membaca firman Tuhan dan suka akan hal-hal yang dibenci oleh Tuhan. Saat ini waktunya bagi kita untuk kembali pada jalan Tuhan.

Tekad:
Tuhan, seringkali saya terjebak pada jalan-2 orang fasik ketika saya bergumul dengan karier, bisnis, pekerjaan atau mencari teman hidup. Tolonglah ya Tuhan agar saya tetap di jalan-Mu.

Tindakan:
Aku berjanji bahwa jalan Tuhan adalah pilihan yang paling tepat bagiku agar aku tidak menuju pada kebinasaan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*