suplemenGKI.com

Kamis, 17 Mei 2012.

16/05/2012

Mazmur 1:4-6

 

Kehancuran Orang Fasik

            Setiap orang tidak ingin hidupnya hancur, tidak ingin hidupnya berantakan dan tidak ingin hidupnya binasa. Itulah sebabnya setiap orang mempunyai kebebasan untuk meilih jalan hidupnya demi mencapai bahagia. Dalam kebebasan memilih jalan hidup terkadang membuat langkah menjadi seolah-olah menuju kebahagiaan, namun sayang sekali kebebasan memilih jalan hidup justru seringkali membawa pada kehancuran.

Apakah yang menyebabkan sehingga seringkali kebebasan memilih jalan hidup itu justru mengantar pada kehancuran? Apakah seseorang tidak boleh bebas memilih jalan hidupnya? Persoalannya bukan boleh dan tidak boleh, tetapi terletak pada jalan macam apa yang dipilih dan bagaimana menjalani jalan hidup pilihannya itu! Mazmur 1:4-6, mengingatkan kita agar terhindar dari kehancuran karena kebebasan memilih jalan hidup yang salah.

 

Pertanyaan-pertanyaan penuntun:

  1. Apa yang saudara bayangkan ketika orang fasik atau orang jahat digambarkan seperti sekam yang dengan mudah terbang kian kemari ditiup angin?
  2. Coba saudara bayangkan bagaimana kondisi orang berdosa ketika berada dalam lingkungan orang-orang yang takut akan Tuhan!
  3. Jika saudara yang adalah orang benar, bagaimana sikap saudara ketika berada di tengah-tengah orang berdosa!

 

Renungan:

Setelah kemarin kita melihat orang benar yang hidupnya mempercayai Tuhan, hari ini kita melihat hidup orang fasik yang jahat, tidak percaya Tuhan bahkan kecenderungannya berada dalam kumpulan orang berdosa. Orang benar yang percaya dan mempercayai Tuhan dalam hidupnya memiliki sandaran kepada Tuhan sedangkan orang fasik memiliki sandaran tetapi digambarkan seperti sekam. Saudara tentu mengerti apa itu sekam. Ampas padi yang sangat ringan dan mudah diterbangkan angin walaupun dalam jumlah yang banyak tetapi jika diterpa angin sekejap akan menjadi lenyap. Apa yang diandalkan oleh orang fasik: kekuatannya, hartanya, kepintarannya dan kekuasaannya itu semua tidak ubah seperti sekam. Tetapi seringkali ketika orang sudah memiliki segala sesuatu, kedudukan tinggi, bisa dalam banyak hal ia menjadi lupa dengan Tuhan dan memegahkan diri. Itulah yang menjadikannya jatuh dalam dosa. Ketika dosa sudah menguasai maka tidak lama ia akan hancur dan jatuh seperti sekam ditiup angin.

Orang yang jauh dari Tuhan, selalu merasa diri kuat ketika berada di tengah-tengah orang yang mengandalkan Tuhan, selalu menutup diri dari kebenaran Tuhan dan menganggap tidak penting soal kerohanian. Dengan prinsipnya yang demikian maka ia merasa tidak perlu berada dalam kumpulan orang benar. The Wycliffe Bible Commentary, mengatakan “orang fasik dan orang berdosa tidak mempunyai bagian dalam kumpulan orang benar. Sementara Tuhan mengenal dan memperhatikan jalan orang benar, orang fasik hanya ikut arus saja hingga binasa” Betapa menyedihkan bila hidup sebagai orang fasik yang terjerat oleh pilihan hidup yang mengandalkan sesuatu yang fana/sekam.

Ketika kita melihat kenyataan demikian, terutama saudara-saudara kita yang terus berjalan dan hidup dalam kefasikan, maka adalah panggilan bagi kita untuk menolong mereka agar mereka menemukan sumber kebahagian yang menghidupkan yaitu Tuhan Yesus Kristus. Jangan biarkan mereka terus mengejar sesuatu yang fana yang membawa kehancuran tetapi menjauh dari Tuhan. Adakah kita terpanggil untuk menolong mereka? Tuhan memberkati.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«