suplemenGKI.com

Kamis, 17 Maret 2016

16/03/2016

BUKTI KEPEDULIAN-NYA

Lukas 23:27-31

 

PENGANTAR
Minggu ini kita bersama-sama memasuki Minggu Palma (Minggu Palem).  Pada Minggu Palma kita melihat bagaimana Yesus dielu-elukan ketika masuk kota Yerusalem.  Banyak orang menaruh harapan bahwa Yesus akan menjadi Mesias, Pembebas dari belenggu penjajahan Romawi.  Namun keadaan berubah, Dia ditetapkan seperti penjahat yang pantas dihukum mati.  Dalam penderitaan-Nya, bagaimana Dia masih peduli dengan orang-orang yang mengiringi-Nya?  Apa yang Dia katakan?  Mari kita mempelajarinya!

PEMAHAMAN

Ayat 27 : Siapa sajakah yang mengiring perjalanan salib menuju Golgota?

Ayat 28 : Apa makna perkataan Yesus dalam ayat ini?

Dalam penderitaan-Nya, apakah Dia masih peduli kepada para murid yang mengiringi-Nya?

Bagaimana seharusnya sikap kita sebagai murid Kristus dalam menjalani hidup?

Perikop ini mencatat bagaimana sejumlah besar orang mengikuti perjalanan Yesus memikul salib menuju bukit Golgota.  Ayat 27 menyatakan “Sejumlah besar orang mengikuti Dia; di antaranya banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia”.  Diantara sejumlah orang yang mengikuti-Nya itu, ada banyak perempuan yang menangisi dan meratapi Dia.  Apa yang Yesus lakukan kemudian?  Ayat 28 mencatat “Yesus berpaling kepada mereka dan berkata: ‘Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!’.  Sekalipun dalam keadaan menderita, Yesus tidak pernah kehilangan perhatian-Nya pada manusia; Dia mengingatkan para murid agar memiliki hidup yang lebih baik, termasuk kepada orang-orang yang tidak mengerti apa yang sedang terjadi saat itu.  Sebab fokus hidup-Nya adalah pada pribadi dan penderitaan manusia berdosa, bukan kepada Diri-Nya sendiri.

Apa makna perkataan Yesus ini?  Ayat 28 “Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!”harus kita hubungkan dengan apa yang Dia katakan kemudian di ayat 31 “Sebab jikalau orang berbuat demikian dengan kayu hidup, apakah yang akan terjadi dengan kayu kering?”.  Perkataan Yesus ini merupakan amsal yang terkenal pada masa itu.  Artinya, jika ketidakadilan salib yang Dia tanggung saat itu dapat dikenakan kepada orang yang tidak bersalah pada masa damai, apa yang akan menimpa penduduk kota pada masa perang?  Secara spesifik berarti jika Yesus yang tidak bersalah harus menderita sedemikian rupa, bagaimana dengan nasib Yerusalem yang bersalah?  Yesus menubuatkan dan mengingatkan penderitaan yang akan terjadi karena kejahatan di Yerusalem.  Dalam penderitaan, Dia menyapa dan mengingatkan para murid dan semua orang di sekitar salib agar dapat memiliki perubahan hidup.

REFLEKSI
Mari hening sejenak untuk merenungkan: Dalam penderitaan-Nya menanggung salib, Yesus tetap peduli pada setiap pribadi di sekitar-Nya.  Dia menyapa, mengingatkan bagaimana seharusnya hidup dan untuk waspada dalam menjalani hidup.  Bukti kepedulian-Nya pada manusia sudah nyata.

TEKADKU
Tuhan tolong aku untuk tidak ragu bahwa Engkau selalu peduli kepadaku di saat apapun, bahkan di saat diriku melakukan dosa yang menyakiti hati-Mu.

TINDAKANKU
Menyakini kepedulian Kristus dalam keadaan apapun dan peka akan nasihat dan peringatan-Nya dalam menjalani hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«