suplemenGKI.com

Mazmur 36:6-13

 

“Tiada Terhingga Kasih Tuhan”

Pengantar:
            Ketika saudara menghadiri kebaktian peneguhan dan pemberkatan nikah kudus di gereja, kalimat mana yang paling berkesan bagi saudara dari janji setia pernikahan? Pasti yang paling berkesan bagi saudara adalah kalimat “….dan akan tetap merawatmu dengan setia, sampai maut memisahkan kita” Mungkin saudara juga sudah pernah mengucapkan kalimat janji itu di hadapan pasangan saudara, tetapi sungguhkah ketika pasangan saudara sakit saudara merawatnya dengan setia? Ataukah saudara merawatnnya tetapi sambil ngomel, menggerutu dan marah-marah? Hari ini kita belajar tentang kasih Tuhan yang tiada terduga, mari telusuri bacaan kita.

Pemahaman:

  1. Seperti apakah pemazmur menggambarkan kasih Allah bagi umat-Nya? (v. 6-7)
  2. Apa manfaat kasih Allah bagi kehidupan manusia/umat-Nya? (v. 9-10)
  3. Keadaan orang menanti kasih Tuhan dan orang yang menolak kasih Tuhan! (v. 11-13)

Dalam Mazmur 36:6-13 ini, Daud menggambarkan kasih setia Allah yang begitu tinggi hingga sampai ke langit sampai ke awan. Keadilan dan hukum Tuhan bagaikan samudera raya. Semua ungkapan-ungkapan itu (v. 6-7) hendak menjelaskan bahwa kasih, kesetiaan, keadilan dan hukum (firman/sabda) Tuhan) itu sangat tinggi, luas, besar, berlimpah-limpah dan tiada terhingga bagi setiap orang yang setia, percaya dan berharap kepada-Nya. Hal itu terbukti, bahwa setiap orang yang percaya, setia dan berharap kepada-Nya tidak akan kekurangan, melainkan kasih Allah itulah yang menjadi tempat berlindung, menjadi sumber kekenyangan (pemeliharaan) dan sumber kehidupan baginya. Umat yang hidup dalam naungan kasih Allah yang tiada terhingga itu akan selalu dikaruniai sukacita, kegembiraan dan kesenangan sebagai tanda hidup dalam kedamaian. Maka pemazmur kemudian menyerukan kepada Tuhan agar melanjutkan kasih setia, keadilan dan keadulatan baginya, karena pemazmur tahu betul, bahwa dengan kasih setia dan keadilan Tuhan itulah ia akan sanggup menghadapi setiap tantangan hidup. Bagaimana dengan orang-orang yang congkak, orang-orang fasik dan yang melakukan kejahatan? Mereka akan jatuh dan dibanting sehingga tidak dapat bangun lagi. Suatu ungkapan bahwa orang yang tidak hidup dalam kasih Tuhan akan binasa selama-lamanya.

Refleksi:
Mari merenung sejenak. Setujukah saudara, bahwa jika kita masih bisa makan, minum setiap hari itu karena kasih Allah yang tiada terhingga? Bagaimana respons kita terhadap kasih Allah itu?

Tekad:
Ya Tuhan, saya bertekad untuk terus bersyukur dan mensyukuri setiap wujud kasih-Mu dalam hidup saya.

Tindakkan:
Saya akan selalu mengingat kebesaran, kekuatan dan keagungan kasih Tuhan dalam hidup saya dengan mensyukuri setiap berkat yang saya terima dari-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«