suplemenGKI.com

Kamis, 17 April 2014

16/04/2014

SAAT KUASA DUNIA MENYERANG KUASA ALLAH

Yohanes 19:1-16a

                                

Pengantar
Dalam dunia yang terbelenggu dosa, kebenaran dan keadilan mahal harganya. Dalam proses peradilan, bisa jadi para penegak hukum malah tidak berani menyuarakan kebenaran dan keadilan sebab kebenaran dan keadilan telah direnggut oleh  kuasa uang. Maka orang  yang benar jadi salah dan orang yang salah jadi benar.  Apakah yang perlu kita lakukan di tengah kondisi seperti ini? Marilah kita bercermin pada KRISTUS!

Pemahaman

  • Siapa sajakah tokoh yang diceritakan dalam bacaan Alkitab hari ini? Apa sajakah peran mereka?
  • Bila Saudara hadir dalam proses pengadilan dan penyesahan YESUS, apakah yang akan Saudara lakukan?

Bacaan hari ini menuntun kita untuk melihat “pertarungan kuasa” yaitu kuasa dunia dan kuasa ALLAH. Kuasa dunia diwakili oleh Pilatus, prajurit, imam-imam kepala dan orang-orang Yahudi. Pilatus mengambil YESUS dan menyuruh orang menyesah YESUS ( ayat 1). Sekalipun Pilatus tahu bahwa YESUS tidak bersalah (ayat 4-6) namun sebagai seorang pemimpin ternyata Pilatus takut menyuarakan kebenaran (ayat 8). Dia menganggap kuasa pengadilan adalah kuasa yang paling tinggi dan menentukan hidup mati (ayat 9-10).  Sedangkan para prajurit merasa berkuasa dalam tindakan mengolok-olok  (memasangkan mahkota duri, mengejek, menampar  muka (ayat 9-10). Bagaimana dengan imam-imam kepala? Apa yang mereka lakukan?  Imam-imam kepala menjalankan kuasa hukum yang mereka anut dan mereka merasa menang (ayat 7).  Orang-orang Yahudi (penduduk) menggunakan kaisar dan kuasanya untuk menakut-nakuti Pilatus (ayat 12-13).

Dari semua peran di atas, kita melihat bahwa kuasa dunia menguasai mereka dan kuasa dunia itu menyerang kuasa ALLAH dalam YESUS. Namun pertarungan kuasa itu tidak membuat YESUS urung melakukan kehendak ALLAH untuk menyelamatkan dunia. Dalam bacaan Alkitab hari ini, kita dapat melihat Tuhan Yesus diejek dan dihina, namun sekaligus kita menyaksikan kemuliaan-Nya, karena kita mengerti bahwa Raja atas segala raja merelakan diri-Nya melaksanakan kehendak Bapa-Nya dan menjadi Juruselamat dunia. Kuasa dunia tidak mampu menghalangi kuasa kasih ALLAH yang menyelamatkan manusia.

Refleksi
Pejamkan mata, tarik dan hembuskan nafas perlahan-lahan sambil bertanya pada diri sendiri: “manakah yang lebih kuberikan kesempatan menguasai hati, pikiran dan tindakanku: kuasa dunia ataukah kuasa ALLAH?”

Tekadku
TUHAN, mampukanlah aku untuk terus mengarahkan hati dan pikiran kepada TUHAN dan kehendak TUHAN. Jangan biarkan aku tenggelam dalam kuasa  dunia.

Tindakan
Aku akan berkata” TIDAK” pada setiap ajakan atau tawaran berbuat tidak benar sebab KRISTUS telah berkorban untuk menyelamatkan aku dari belenggu dosa.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«