suplemenGKI.com

1Timotius 2:1-4

Rahasia Hidup Tenang Dan Tentram

Anda pasti pernah mengikuti suatu pertemuan atau acara retreat, seminar atau acara-acara sejenis lainnya yang melibatkan lebih dari satu orang. Suatu acara bisa diikuti oleh lima orang, sepuluh orang, limapuluh orang, seratus orang atau lebih. Biasanya diakhir acara selalu ada foto bersama Ketika foto itu sudah jadi dan dibagikan satu-satu kepada setiap peserta, pasti semuanya senang. Tetapi anda akan lebih senang lagi jika wajah anda terlihat begitu jelas, sebaliknya anda bisa sangat sedih jika ternyata di foto wajah anda tidak begitu jelas tampak. Namun walaupun demikian, anda pasti akan lebih cepat terfokus pada wajah anda ketika melihat foto bersama tersebut, mengapa demikian? Karena itu menunjukkan bahwa sebenarnya anda hanya butuh melihat wajah anda saja di foto itu, bukan butuh melihat wajah orang lain yang banyak itu. Anda tidak akan tenang dan tentram sebelum anda bisa melihat wajah anda di foto itu. Itulah sebuah kecenderungan manusia yang selalu dan selalu fokus pada diri sendiri. Kecenderungan untuk memfokuskan segala sesuatu pada diri sendiri juga bisa terjadi ketika kita berdoa. Tetapi tahukah kita bahwa ketika kita hanya memfokuskan seluruh doa kita kepada diri sendiri, maka kita tidak pernah mendukung kebutuhan yang lebih besar dari kehidupan di luar kita. Paulus dalam 1Tim 2:1-4 ini mau mengajar kita untuk berdoa juga bagi kepentingan yang lebih luas.

Penting bagi kita untuk membagikan doa kita kepada orang-orang yang memiliki posisi dalam dunia ini:

  1. Mengapa Paulus memandang sangat penting untuk berdoa bagi para raja, para pembesar dan semua orang? (1-2)
  2. Mengapa ketika kita berdoa untuk orang lain maka itu disebut berkenan kepada Allah? (3-4)

Renungan:

Rasul Paulus dalam bagian ini memberikan nasihat yang sangat gamblang kepada umat percaya terkait dengan doa syafaat yang disampaikan. Paulus mengingatkan agar doa jangan melulu terarah pada diri kepentingan sendiri saja, tetapi juga harus kepada kepentingan orang. Dalam kehidupan orang percaya sering muncul kecenderungan untuk mendapatkan kenikmatan rohani ketika menaikan doa-doa mereka. Mereka berdoa untuk kesejahteraan, kemakmuran, kesuksesan, kesehatan dan kelancaran diri sendiri. Itu tidak salah, tetapi coba kita pikirkan, ketika kita sendiri yang sejahtera, sukses, sehat dan lancar apakah itu adalah sebuah kondisi yang bagus? Apakah itu tidak akan merepotkan kita ketika banyak orang yang akhirnya datang – pergi untuk meminta belaskasihan kepada kita? Paulus menekankan, jika kita berdoa juga untuk orang banyak, pemimpin-pemimpin kita sehingga mereka cakap mengatur masyarakat dan Negara ini, orang yang kita doakan diberkati Tuhan, banyak orang sehat, pekerjaan lancar. Maka sekeliling kita menjadi kondusif dan aman. Di situlah letaka ketentranman dan ketenangan.

Sebagaimana Tuhan Yesus yang adalah Allah yang berkuasa dan berthkta di Surga mulia, tetapi Dia mau turun ke dunia untuk mempedulikan kita yang papa ini, itu berarti Dia mau berkorban bagi kita. semua dilakukan dengan tidak memikirkan apa yang akan didapatkan-Nya dari kita, tetapi dia lakukan dengan kasih dan ketulusan. Ketika kita berdoa untuk orang lain dengan didasari kasih dan ketulusan berarti kita telah meneladani Yesus Kristus. Yesus dalam misi-Nya agar semua orang mengalami keselamatan dan berkat dari pada-Nya. Bukankah ketika kita mempedulikan orang lain, mendoakan orang lain dan mengasihi mereka seperti Kristus mengasihi kita maka kita sudah memperkenankan hati Tuhan! Mari kita mendoakan dan mempedulikan orang lain dengan kasih sebagaimana Kristus telah melakukannya bagi kita, maka hidup kita akan tenang dan tentram.

“Berdoalah hendaknya untuk kami kepada Tuhan Allah kita, dan kita semua akan beroleh ketenangan dan ketentraman”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*