suplemenGKI.com

Mazmur 99:6-9.

 

Raja Yang Besar Menjawab Seruan Umat

Pengantar:
Di dunia ini banyak pemimpin yang mengklaim dirinya sebagai pemimpin yang besar dan menjadi solusi terhadap kebutuhan bangsa, kebutuhan pengikutnya. Tetapi alih-alih menjawab kebutuhan bangsa, menegakan keadilan, memberi kedamaian yang ada justru tidak sedikit pemimpin yang telah berjanji untuk mensejahterakan bangsa, menegakan keadilan dan mengayomi masyarakat malah memperkaya diri sendiri, membesarkan diri dan koleganya bahkan tidak jarang menindas rakyatnya.

Pemahaman:

  1. Apakah yang menjadi posisi Musa, Harun dan Samuel yang disebut di ayat. 6?
  2. Apakah makna kemunculan kata “tiang awan” pada ayat 7?
  3. Apa makna klaim umat di ayat. 8?

Tiga nama disebutkan dalam ayat. 6, Musa, Harun dan Samuel. Bukan bermaksud
menonjolkan pribadi mereka, tetapi itu terkait dengan mewakili umat yang telah berseru kepada Tuhan ketika umat mengalami pergumulan dan kesulitan hidup. Dalam perjalanan umat Israel keluar dari Mesir, Tuhan memakai Musa dan Harun untuk memimpin mereka. Melalui merekalah Tuhan menuntun, serta menolong memberi solusi bagi pergumulan umatNya. Tidak jarang Tuhan memakai tindakan Musa, Harun maupun Samuel dalam rangka membebaskan umat dari pergumulan. Maka harus dipahami, bahwa apa yang dilakukan oleh manusia itu berarti Tuhan yang melakukannya melalui manusia yang dipilihNya untuk menjawab pergumulan manusia atau umatNya.

Tuhan telah menjawab kebutuhan umat Israel selama dalam perjalanan menuju Kanaan, salah satunya melalui tiang awan. Ketika umat Israel kepanasan di padang gurun Tuhan menyediakan tiang awan untuk melindungi mereka. Tiang awan adalah merupakan representasi kehadiran Tuhan yang selalu menyertai perjalanan umatNya. Dan masih banyak bentuk-bentuk konkrit dari jawaban-jawaban Tuhan atas seruan umatNya.  Klaim umat atas jawaban Tuhan atas seruan mereka terungkap di ayat 8, bahwa Tuhan telah menenuhi kebutuhan umatNya, mengampuni dosa umatNya sekalipun mereka adalah bangsa yang tegar tengkuk. Pasal 99:9 merupakan penutup yang bersifat mengingatkan umat, bahwa ketika mereka telah mengalami pertolongan Tuhan, maka sebagai ungkapan syukur adalah harus meninggikan, menyembah, dan menyaksikan Tuhan. Apakah yang telah kita lakukan untuk Tuhan yang senantiasa menjawab seruan kita? Yaitu menyembah, meninggikan Dia.

Refleksi:
Renungkan sejenak, kemudian coba ingat-ingat  dan bertanyalah, seberapa banyak pertolongan Tuhan yang sudah kita terima dalam hidup kita?

Tekad:
Tuhan, sungguh aku tidak bisa menghitung jumlah jawabanMu atas seruanku, ajar aku untuk selalu bersyukur atas semua yang telah Engkau berikan kepadaku.

Tindakan:
Aku akan selalu mengucap syukur atas semua berkat yang Tuhan berikan dalam hidupku, karena itu bukti bahwa Tuhan sangat mengasihiku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«