suplemenGKI.com

Kamis, 16 Mei 2019

15/05/2019

LANGIT DAN BUMI, PUJILAH TUHAN! (bagian 2)

Mazmur 148:7-14

 

Pengantar
Ketika masa libur tiba, seringkali para orangtua ingin menikmati kebersamaan dengan mengajak anak-anaknya atau seluruh anggota keluarganya untuk berlibur di tempat wisata. Di antaranya, ada keluarga yang berwisata di alam, seperti pantai, hutan pinus, pegunungan, telaga, dan lain-lain. Ketika berwisata di alam, tentu kita akan menyaksikan dan menikmati alam ciptaan Tuhan yang luar biasa. Misalnya: di pantai kita dapat mendengar dan melihat debur ombak, di pegunungan kita dapat menyaksikan dan menikmati pohon dengan dedaunan yang segar dan udara yang menyejukkan. Semua yang Tuhan ciptakan di bumi ini membuat kita berdecak kagum dan bergembira. Saudara, hari ini ini kita akan merenungkan ajakan pemazmur pada semua yang ada di bumi untuk memuji Tuhan.

Pemahaman

  • Ayat 7-12       : Kepada siapakah pemazmur mengajak untuk memuji Tuhan?
  • Ayat 13-14    : Mengapa pemazmur mengajak semua yang ada di bumi untuk memuji Tuhan?

Di ayat 7-12, pemazmur mengajak semua yang ada di bumi, yakni semua binatang, api, hujan es, salju, kabut, angin badai, semua tumbuhan dan buahnya, semua binatang, semua manusia dengan segala kedudukannya, untuk memuji nama Tuhan (v.7-12). Pemazmur merinci sedemikian rupa untuk mengingatkan kepada kita bahwa hanya Allah yang patut dimuliakan dan ditinggikan atas seluruh ciptaan-Nya. Ia merancangkan dan menciptakan semua ciptaan-Nya sedemikian rupa, sehingga masing-masing bekerja sesuai dengan fungsi masing-masing. Misal: jika tanpa air manusia tak dapat melakukan aktivitas sehari-hari seperti memasak, mencuci pakaian, mandi, dan sebagainya; jika tidak ada pohon, maka bumi ini akan gersang. Oleh karena itu, seluruh keberadaan ciptaan Tuhan hanya karena kuasa-Nya.

Pun demikian dengan manusia. Pemazmur ingin mengajak semua manusia, mulai dari mereka yang memiliki kedudukan tinggi hingga orang-orang muda, memuji dan mengagungkan kebesaran Tuhan. Kedudukan atau semua yang dimiliki hanyalah sementara, sebab hanya nama Tuhan-lah yang tertinggi. Pemazmur mengungkapkan alasannya mengapa ia mengajak semua yang ada di bumi untuk memuji Tuhan. Hal ini dikarenakan hanya nama Tuhanlah yang mulia dan agung, serta Ia telah mengasihi umat-Nya (v.13-14). Setinggi dan sehebat apapun ciptaan-Nya, tidak ada yang sanggup menandingi kekuasaan-Nya. Dengan kuasa-Nya, Ia sanggup memelihara dan menopang ciptaan-Nya, bahkan melindungi setiap manusia yang selalu dekat dengan-Nya.

Refleksi
Pandanglah sejenak ke luar, dengarkanlah suara burung-burung yang berkicau di pagi ini, dan rasakan hangatnya mentari pagi. Betapa bahagianya jika kita melihat semua yang Tuhan ciptakan. Namun, ada kalanya kita merasa sombong dengan segala hal yang dimiliki. Semua yang kita miliki tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kebesaran dan keagungan Tuhan. Hanya Tuhanlah yang layak ditinggikan dan dipuji.

Tekad
Tuhan, ampuni jika selama ini aku terlalu sombong dengan apa yang kumiliki. Ajarku untuk bersyukur atas keberadaanku dan memuji-Mu yang telah menciptakan seluruh alam semesta.

Tindakan
Aku akan menyatakan pujian pengagunganku kepada Tuhan Sang Pencipta melalui pikiran, perkataan, dan perbuatan yang memuliakan nama-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»