suplemenGKI.com

Kamis, 16 Maret 2017

15/03/2017

Roma 5 : 1 – 5

MELALUI YESUS KITA MENGENAL KASIH KARUNIA

 

PENGANTAR
Ketika manusia berdosa maka apa yang dilakukan oleh manusia sesungguhnya telah menyakiti hati Tuhan.Dan akibatnya adalah persahabatan dengan Tuhan berbalik menjadi permusuhan. Sedangkan permusuhan dengan Tuhan akan berakhir dalam penghukuman. Namun Tuhan menghendaki agar perbuatan berdosa manusia ciptaan-Nya tersebut ditebus. Dan tindakan penebusan itu mahal sekali yaitu dengan pengorbanan Yesus Kristus mati diatas kayu salib. Tuhan Allah bertindak demikian karena Ia mengasihi manusia, meskipun manusia itu berdosa. Itulah kasih karunia Allah bagi kita.

PEMAHAMAN

  1. Apa yang mendasari kita menerima kasih karunia Allah ? ( ayat 1 )
  2. Apa yang dimaksud dengan kalimat, “Oleh Dia kita juga beroleh jalan masuk……..kepada kasih karunia” ? (ayat 2 )
  3. Mengapa Rasul Paulus bermegah dalam Kasih karunia ? bermegah dalam hal apa saja ? ( ayat 2-5 ). Apakah kita juga bermegah seperti rasul Paulus ?

Rasul Paulus menjelaskan bahwa cara orang dibenarkan dihadapan Allah adalah melalui iman. Kita yang dibenarkan karena iman seakan-akan menyimpulkan semua uraian panjang di pasal-pasal sebelumnya. Paulus tidak menulis, “kita yang melakukan hukum Allah dengan sempurna”,  dan tidak juga “kita yang telah menjadi orang suci”. Kata “Dibenarkan” mengandung arti bahwa kini hubungan kita dengan Alllah telah dipulihkan. Dan bahwa kita termasuk umat-Nya dan boleh percaya bahwa Dia adalah Allah kita. Dalam hal kita boleh percaya inilah kita beriman sehingga kita menerima Kasih karunia. Kasih karunia bukanlah hal yang abstrak, Kasih karunia adalah Tuhan itu sendiri bersama dengan segala kebaikan yang ada pada-Nya. Kita dapat menghadap Tuhan dan menikmati kebaikan-NYA berkat pengantara Yesus Kristus. Maka bila kita datang menghadap Tuhan dalam doa, doa itu kita panjatkan dalam nama Yesus Kristus. Dan disanalah kita dapat mempercayakan diri sepenuhnya kepada Allah.

Kasih karunia itulah yang menjadi dasar, pondasi, yang diatasnya kita berdiri, yaitu dasar seluruh kehidupan kita.  Karena kita berdamai dengan Allah maka kita berdiri sebagai pemegang pangkat yang tinggi yaitu sahabat-sahabat Allah bahkan anak-anak Allah. Dalam konteks ini rasul Paulus berkata, “dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah”.  Pengharapan itubagi kita  seolah-olah menjadi gunung tinggi yang memungkinkan kita memandang jauh-jauh.

Tetapi pengharapan itu bukan ketidakpastian tentang terwujud tidaknya pokok pengharapan kita  tetapi pengharapan Kristen menantikan hal-hal yang sudah di yakini yaitu kemuliaan Allah, hal itu sudah disediakan Allah bagi kita. Rasul Paulus juga mengingatkan kita agar kita juga bermegah dalam kesengsaraan, karena kesengsaraan akan menimbulkan ketekunan dan  ketekunan menimbulkan tahan uji dan tahan uji menimbulkan pengharapan dan pengharapan tidak mengecewakan. Betapa luar biasanya ketika kita dapat menjalani semua itu.

 

REFLEKSI
Marilah kita merenungkan sejenak, : Jika kita adalah orang yang beroleh kasih karunia Allah maka kasih karunia Allah itu ( segala kebaikan Allah ) harus memancar dalam kehidupan kita. Apakah kasih karunia Allah itu sudah terpancar dalam kehidupan saudara ?

 

TEKADKU
Ya Tuhan tolonglah saya supaya dapat memancarkan kesih karuniaMu.

 

TINDAKANKU
Saya akan belajar memancarkan kebaikan Allah ditengah-tengah keluarga dan masyarakat.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«