suplemenGKI.com

Kamis, 16 Juni 2016.

15/06/2016

Bacaan : Mazmur 42.

Thema :  Hati yang rindu.

 

PENGANTAR.
Di jaman modern sekarang ini tidak dapat dipungkiri bahwa kita punya keluarga, sanak family yang bekerja di luar kota, luar pulau ataupun di luar negri. Salah satu kerinduan dari sanak family  yang bekerja di luar pulau atau luar negeri adalah bisa pulang ke kampung halamannya pada momen-momen penting seperti pada hari raya natal dan tahun baru. Mengapa demikian  ? pada momen-momen penting tersebut selain kerinduan berkumpul dengan keluarga juga bisa beribadah dalam perayaan natal bersama dengan sanak family dan para sahabat. Dalam perayaan seperti itu sangat berkesan dan bahagia. Namun apa jadinya jika karena sesuatu hal maka tidak bisa pulang, pasti ada sesuatu yang hilang. Pemazmur juga mengalami hal seperti itu bahkan lebih lagi.

PEMAHAMAN.

  1. Apa sebenarnya yang terjadi pada pemazmur ? ( ayat 2-6 )
  2. Gambaran apa yang dipakai oleh pemazmur untuk mennyatakan kerinduannya kepada Allah ? ( ayat 2-6 )
  3. Bagaimana perasaan pemazmur ketika kerinduannya tidak tersampaikan ? ( ayat 7-12 ).

Pemazmur hidup ditengah-tengah bangsa asing yang menekan dan mengolok-olok imannya. Tidak diketahui apa sebabnya pemazmur berada di luar negri, apakah karena ketegangan politik sehingga harus mengungsi ? yang pasti pemazmur merasa terasing dan mengalami pergumulan yang berat karena jauh dari Allah. Oleh sebab itu pemazmur dengan penuh kerinduan dia mengingat betapa indah hidupnya, selagi ia beribadah di Yerusalem bersama dengan umat Allah lainnya. Segenap rasa tertekan karena jauh dari Tuhan dan kerinduannya  kepada Tuhan tertuang dalam kiasan seekor rusa yang mengembara di bukit-bukit kering di musim kemarau melewati sumber-sumber air yang mengering. Ia merindukan sumber air yang jernih agar ia dapat minum untuk menyambung hidupnya. Demikianlah kerinduan pemazmur kepada Allah, pemazmur akan merasa puas bila ia telah datang melihat wajah Tuhan atau datang menghadap hadirat Tuhan di Bait Suci di Yerusalem.

Pemazmur menjadi gunda gulana atau jiwanya hancur manakala ia mengingat-ingat persekutuan yang dialaminya dahulu ditengah umat yang secara meriah memanjatkan ucapan syukur pada hari raya pondok daun, dimana Tuhan berkenan diam diantara orang Israel.

Sebagai orang Kristen kita juga mengingat perayaan natal dan paskah di gereja kita dimana Tuhan hadir dalam FirmanNya. Kita mengingat persekutuan yang akrab dan hangat bersama keluarga dan para sahabat dimana kita menjadi anggota keluarga Allah. Rasa rindu kepada Allah dalam persekutuan dapat menjadi kekuatan yang dapat mengatasi rasa bingung dan putus asa. Oleh sebab itu marilah kita bangun persekutuan yang akrab bersama keluarga dan sahabat untuk hormat dan kemuliaan Allah.

REFLEKSI.
Renungkanlah : seberapa sering saudara memiliki kerinduan berjumpa Allah  dalam ibadah ?

TEKADKU
Ya Tuhan betapa saya sangat rindu berjumpa Tuhan dalam persekutuan/ibadah !

 

TINDAKANKU.
Mulai hari ini saya harus rajin mengikuti persekutuan-persekutuan yang ada di gerejaku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*