suplemenGKI.com

Kamis, 16 Juli 2015

15/07/2015

Efesus 2:11-15

SATU KARENA KRISTUS

 

PENGANTAR
Perbedaan adalah realita yang tidak bisa dihindari.  Di satu sisi menyatakan komunitas dengan beragam potensi.  Sebaliknya, bila tidak dikelola dengan baik akan mendatangkan kesusahan.  Jadi bagaimana bersikap terhadap perbedaan?  Dan hal-hal apa apa yang sebenarnya terkait dengan perbedaan?  Mari kita belajar dari bacaan hari ini.

PEMAHAMAN

Ayat 11           :  Apa yang Paulus maksudkan dengan “dahulu”?

Ayat 12           :  Bagaimana keadaan mereka sebelum mengenal Kristus?

Ayat 13           :  Apa yang menjadi perbedaan sebelum dan sesudah mengenal Kristus?

Ayat 14, 15     :  Mengapa di dalam Kristus kita dipersatukan?

Apa yang anda pahami tentang perbedaan di dalam Kristus?Bagaimana seharusnya bersikap terhadap perbedaan?

Setiap manusia dalam membangun relasi dengan sesamanya cenderung mencari kesamaan atau kecocokan.  Wajar sebab tanpa kecocokan seseorang tidak mungkin bisa bekerja samasatu dengan lainnya.  Pertanyaannya, mungkinkah kita menemukan seseorang atau komunitas yang benar-benar cocok dalam banyak hal?  Atau mungkinkah ada suatu komunitas yang sama sekali tidak memiliki perbedaan?  Tidak ada.  Sebenarnya kecocokkan yang dimaksud hanya berlaku untuk beberapa hal saja.  Bukan seluruhnya.  Seorang lahir kembar sekalipun tidak akan pernah cocok 100%.  Fakta ini menegaskan kebenaran bahwa realita hanya akan menjadi perbedaan ketika kita mempersoalkannya.  Bukan bermaksud memungkiri perbedaan.  Jelas tidak mungkin, sebab perbedaan sudah ada dari dulu, tetapi yang dimaksud lebih kepada bagaimana seharusnya kita bersikap terhadap keunikan masing-masing.

Bacaan hari ini mengangkat salah satu persoalan yang terjadi di jemaat Korintus, yaitu antara orang Kristen berlatar belakang Yahudi dan non-Yahudi.  Yang satu merasa lebih layak sebagai orang pilihan di hapadan Tuhan hanya karena faktor etnis dibanding lainnya.  Paulus jelas menentang pandangan demikian, “tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus, kamu yang dahulu jauh, sudah menjadi dekat oleh darah Kristus” (ay.13).  Paulus menyakini perubahan dari “jauh” menjadi “dekat” terjadi karena Kristus yang menghendaki.  Itu sebabnya, Paulus menyatakan bahwa Kristus adalah “damai sejahtera kita, yang telah mempersatukan kedua pihak, dan yang telah merubuhkan tembok pemisah” (ay.14).  Maknanya jelas bahwa di dalam Kristus kita dipersatukan, bukan untuk saling meniadakan atau menolak, tetapi mempersatukan.  Kematian Kristus menebus semua manusia di dalam perbedaan apapun.  Fokus hidup bukan lagi kepada perbedaan, tetapi kepada Sang Sumber Iman, yaitu Kristus yang rela memberikan nyawanya bagi manusia.  Mari bersikap seperti Kristus, menjadi juru damai melalui hidup dan pengorbanan-Nya.

REFLEKSI
Kristus hadir di tengah perbedaan untuk menyatukannya dalam damai dan kasih.  Kematian Kristus menebus semua manusia di dalam perbedaan apapun.  Sebagai orang yang telah ditebus, bagaimana sikap kita di tengah perbedaan?

TEKADKU
Aku mau belajar menerima dan menata perbedaan menjadi potensi yang menguatkan hidup bersama.
TINDAKANKU
Aku mau membangun relasi dan pelayanan dengan siapapun tanpa memandang perbedaan yang ada.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«