suplemenGKI.com

DIA MELEPASKAN DARI LUBANG KEBINASAAN

Mazmur 40:2-5

 

PENGANTAR
Pada umumnya, menanti adalah pekerjaan yang sulit dan membosankan karena menuntut kesabaran dan pengendalian diri yang besar.  Tetapi bagi orang beriman menanti berhubungan erat dengan proses kedewasaan mental dan spiritual. Sebab dalam masa penantian orang beriman belajar apa artinya kesabaran, ketekunan dan pengharapan akan kehadiran-Nya.  Itulah yang menjadi pengalaman Daud dan dituliskan dalam perikop yang kita baca hari ini.  Pemazmur sangat membutuhkan pertolongan-Nya dengan segera sebab hidupnya sedang terjerat dalam dosa.  Mari kita baca dan renungkan!

PEMAHAMAN

  • Bagaimana pemazmur melukiskan pengalaman hidupnya yang jatuh dalam jerat dosa? (Ayat 3)
  • Bagimana sikap Daud dalam menanti pertolongan-Nya? (Ayat 2)
  • Apa yang Daud alami setelah Tuhan melepaskan dia dari lubang kebinasaan (Ayat 4)

Melalui perikop yang kita baca, menunjukkan bahwa pemazmur melukiskan pengalaman hidupnya ketika ia jatuh ke dalam jerat dosa, dan dia sangat menanti-nantikan Tuhan.  Pemazmur menggambarkan hidupnya berada dalam ‘lubang kebinasaan’ yang membelenggu jiwanya.  Ayat 2-3 “Aku sangat menanti-nantikan TUHAN; lalu Ia menjenguk kepadaku dan mendengar teriakku minta tolong.  Ia mengangkat aku dari lobang kebinasaan, dari lumpur rawa;…”.  Bagi pemazmur dosa seumpama lumpur hidup yang menghisap orang yang jatuh ke dalamnya untuk mati terbenam hidup-hidup.  Semakin keras orang itu meronta berusaha melepaskan diri, semakin dia akan tersedot oleh lumpur itu.  Lalu bagaimana?  Hanya jika ada pertolongan dari luar sajalah, orang itu dapat diselamatkan.  Inilah penantian yang sekaligus menunjukkan bahwa usaha manusia jelas tak mampu menyelesaikan masalah dosa.  Allah tidak hanya mendengar teriakan pemazmur minta tolong.  Dia bahkan menjenguk dan mengangkat si pemazmur yang sedang berada dalam lubang kebinasaan.

Setelah mengalami pertolongan Tuhan dari lubang kebinasaan, apa yang Tuhan kerjakan dalam hidup pemazmur?  Ayat 4 “Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita.  Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN.”  Pemazmur mengalami pemulihan dan dimampukan memuji kebaikan-Nya, hidupnya memuliakan Dia dan menjadi kesaksian bagi sekitar hingga membawa jiwa kepada-Nya.  Setelah mengalami semua kebaikan itu maka keyakinan pemazmur adalah “Berbahagialah orang, yang menaruh kepercayaan pada TUHAN, …”  Buah dari penantian adalah iman yang semakin kuat dan kebahagiaan karena pertolongan-Nya tepat pada waktu-Nya.  Apakah saat ini saudara seolah berada dalam ‘lubang kebinasaan’?  Pengalaman pemazmur menjadi teladan bagi kita hingga mengalami pertologan-Nya.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Jerat apapun yang saat ini membelenggu hidup kita, hanya TUHAN yang sanggup melepaskannya.  Datang dan berbicaralah kepada-Nya.  Nantikan pertolongan-Nya.

TEKADKU
TUHAN terimakasih untuk kebenaran firman-Mu.  Mampukan aku untuk mengulurkan tanganku kepada-Mu di saat jerat dosa, kesedihan dan keputusasaan membelenggu hidupku.  Jangan biarkan aku mengandalkan kemampuanku, sebab akan sia-sia.

TINDAKANKU
Aku mau mengulurkan tanganku kepada-Nya, membuka hatiku dan mengikuti kehendak-Nya, sebagai bukti keyakinan dan kesediaanku ditolong-Nya.  Aku mau mengalami kelepasan dari jerat apapun yang membelenggu hidupku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«