suplemenGKI.com

Mazmur 51

Doa Pengakuan dan Penyesalan Dosa

 

Mazmur 51 adalah mazmur yang ditulis oleh Daud setelah nabi Natan datang kepadanya, menegur kesalahan dan dosa yang telah dilakukan oleh Daud berkaitan dengan Batsyeba, istri Uria. Mazmur ini mengungkapkan perasaan dan sikap Daud menanggapi teguran yang nabi Natan sampaikan kepadanya.

  1. Bagaimana sikap Daud terhadap teguran nabi Natan?
  2. Bagaimana Daud memaknai kesalahan yang telah ia perbuat?
  3. Hal-hal apa saja yang Daud ungkapkan dalam doa permohonannya kepada Tuhan?
  4. Apa yang dapat kita pelajari dari Mazmur ini?

Renungan:

Kisah tentang kejatuhan Daud dalam dosa dicatat dalam 2 Sam 12:1-13. Dalam bagian ini dikisahkan bagaimana Daud, sebagai seorang raja, bergumul dan jatuh dalam dosa perzinahan dengan Batsyeba, istri Uria. Untuk menutupi dosa tersebut, Daud kemudian secara sengaja merencanakan kematian Uria dengan menempatkan Uria pada garis depan medan pertempuran. Daud melakukan berbagai macam cara supaya kejahatannya tersebut tidak disadari dan diketahui oleh orang lain. Sampai Tuhan mengutus nabi Natan datang kepadanya untuk menegur kesalahan Daud tersebut.

Sebagai orang nomor satu di Israel, mudah saja bagi Daud untuk merasa tersinggung dan marah ketika seorang nabi datang kepadanya menunjukkan kesalahan-kesalahan yang telah ia perbuat. Apalagi Daud telah menutupi kesalahannya tersebut dengan cara yang sangat halus dan rapi sehingga ada kemungkinan tidak akan disadari oleh orang lain. Namun Daud tidak berbuat demikian. Segera setelah Natan menegur dosa-dosanya, Daud dengan rendah hati mengakui dan menyesali dosa-dosa yang telah ia perbuat. Daud tidak berbelit-belit ataupun menggunakan kekuasaannya untuk menghindari teguran Natan, namun dengan menyesal Daud segera merendahkan dirinya di hadapan Natan dan di hadapan Tuhan atas dosa-dosa yang telah ia perbuat.

Dalam mazmur yang ditulisnya ini, Daud berulangkali mengakui kesalahan yang ia perbuat sebagai tanggung jawabnya pribadi. Hal ini nampak dari seringnya muncul pengakuan pelanggaranku, kesalahanku, dan dosaku. Daud tidak berusaha membenarkan dirinya dengan menyalahkan keadaan atau kesempatan yang mengakibatkan ia jatuh. Daud juga tidak berusaha menyalahkan godaan atau kebutuhan hawa nafsunya yang mengakibatkan ia jatuh. Demikian juga Daud tidak berusaha melibatkan Batsyeba untuk ikut menanggung kesalahan yang ia lakukan. Daud memaknai kesalahan ini sebagai tanggung jawabnya pribadi. Tidak ada usaha untuk menghindari tanggung jawabnya. Kesalahan yang dilakukan adalah keputusannya pribadi dan sepenuhnya tanggung jawabnya. Kesadaran ini terangkum dalam ungkapannya: aku senantiasa bergumul dengan dosaku (ay.5).

Dalam doanya kepada Tuhan, Daud memohonkan belas kasihan Tuhan, pengampunan, dan pemulihan dari dosa-dosanya. Daud meyakini bahwa Tuhan adalah Allah yang pemurah dan pengampun. Tuhan mengasihi Daud dengan mengingatkannya dari dosa yang telah Daud perbuat. Daud percaya akan kemurahan Tuhan, karena itu dengan sepenuh hati Daud memohonkan belas kasihan Tuhan, pengampunan, dan pemulihan dari segala dosa yang ia perbuat. Karena penyesalan dan pengakuan dosanya, Tuhan mengampuni Daud. Daud telah melakukan sikap yang benar ketika ia jatuh dalam dosa. Daud menerima teguran, mau mengakui dan menyesali, dan kemudian bertobat.  Meskipun pernah jatuh dalam dosa, Daud disebut sebagai orang yang diperkenan Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«