suplemenGKI.com

Kamis, 16 April 2020

15/04/2020

Kisah Para Rasul 2:14, 22-32

 

“Keberanian Bersaksi Tentang Kebangkitan Kristus”

Pengantar:
Salah satu bagian dari proses peradilan terhadap suatu perkara adalah mendengarkan keterangan saksi. Hal itu sangat penting bagi hakim sebagai pertimbangan untuk memutuskan suatu perkara. Itu sebabnya seorang saksi harus benar-benar mengetahui duduk perkara yang akan disaksikannya. Untuk itu sebagai seorang saksi, ia harus memiliki keberanian dan keteguhan untuk mempertahan prinsip kebenaran di dalam menyampaikan kesaksiannya. Hari ini kita akan merenungkan firman Tuhan tentang keberanian murid-murid Yesus ketika  menyaksikan tentang kebangkitan Tuhan Yesus Kristus di hadapan orang-orang Yahudi.

Pemahaman:

  1. Apa yang melatar belakangi kesaksian murid-murid tentang kebangkitan Kristus di hadapan orang-orang Yahudi? (v. 14-15)
  2. Mengapa orang-orang Yahudi menyindir bahwa Rasul-Rasul itu mabuk oleh anggur? (v. 13)
  3. Apa yang hendak ditekankan melalui pernyataan-pernyataan mulai dari ayat 22-32?

Pada hari Pentakosta semua orang Yahudi yang percaya dari segala bangsa di bawah kolong langit (orang-orang Yahudi perantauan) berkumpul di Yerusalem untuk merayakan Pentakosta (Band. Im 23:15-21). Tiba-tiba kuasa Roh Kudus turun memenuhi rasul-rasul, dan oleh kuasa Roh Kudus itu mereka berkhotbah dengan bahasa-bahasa dari setiap orang yang sedang berkumpul itu. Hal itu membuat semua orang tercengang atau kagum, karena rasul-rasul itu berbicara dengan memakai bahasa mereka masing-masing, sedangkan rasul-rasul itu adalah orang Galilea. Tetapi ada sebagian orang yang hadir justru menyindir mereka sedang mabuk oleh anggur (2:1-13). Mengapa ada sebagian orang Yahudi menganggap rasul-rasul mabuk oleh anggur! Rasul Petrus dengan berani berkata bahwa orang-orang itu tidak mabuk, karena hari baru pukul sembilan (mungkin maksud Petrus: masih terlalu pagi untuk bermabukria) Petrus kemudian menjelaskan bahwa peristiwa yang mereka saksikan itu adalah oleh kuasa Roh Kudus, seperti yang telah dinubuatkan oleh nabi Yoel, namun mereka tidak mengerti hal itu (v. 16-21). Dalam kaitan dengan kebangkitan Yesus Kristus, Petrus juga mengatakan bahwa semua itu adalah telah ditentukan oleh Allah untuk menggenapi karya keselamatan-Nya bagi setiap yang percaya kepada-Nya. Itu sebabnya Petrus tidak ragu apalagi takut menyaksikan kebenaran kebangkitan Kristus di muka umum (v. 22-32, band. 1Kor 15:17) Saudara-saudara jangan pernah takut menyaksikan iman kita kepada dunia, karena Kristus telah bangkit bagi kita.

Refleksi:
Mari merenung sejenak, pernahkah kita merasa takut untuk menyaksikan iman kita di dalam  Yesus kepada dunia sekitar kita? Apa yang membuat saudara takut? Jika kita mengimani bahwa Krisus sudah bangkit dan menang, kita tidak perlu takut untuk menyaksikannya kepada dunia.

Tekadku:
Tuhan Yesus, berikan keberanian kepada saya untuk dapat menyaksikan kuasa kebangkitan-Mu kepada dunia sekitar saya melalui hidup yang memuliakan Engkau.

Tindakan:
Mulai hari ini saya akan menyaksikan tentang kebangkitan Kristus kepada dunia sekitar saya melalui hidup saya yang optimis dan berani untuk menghadapi segala tantangan hidup.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«