suplemenGKI.com

KELUARGA YANG BERDOA SYAFAAT

I TIMOTIUS 2:1-4

 

Pengantar
Melalui pelayanan John Wesley, ribuan orang datang kepada KRISTUS. Namun ia meyakini bahwa itu semua bukan karena khotbah-khotbahnya melainkan karena doa umat Allah. Oleh sebab itu ia berkata, “Allah tidak melakukan apa pun selain menjawab doa umat-Nya.” Apakah pernyataan ini berlebihan? Mungkin iya, tetapi fakta membuktikan bahwa doa adalah senjata yang ampuh. Bagaimanakah kehidupan doa Anda? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 1-2: Rasul Paulus meminta Timotius mendoakan siapa saja?
  • Ayat 3-4: Mengapa Timotius diminta berdoa?

Bacaan hari ini mengungkapkan akan betapa vitalnya peran doa dalam pelayanan. Doa bukanlah pelengkap tapi tindakan utama dalam hidup dan karya pelayanan. Seperti apakah doa yang dianjurkan Paulus?

Yang pertama, doa bukanlah sekedar meminta berkat bagi diri sendiri. Kita melihat Paulus meminta Timotius untuk berdoa syafaat bagi semua orang (1-2) dan bagi para pembesar. Isi doa syafaat itu berkaitan erat dengan jemaat dan kehidupan pelayanan; bagi pekabaran Injil. Para pejabat didoakan supaya orang-orang percaya dapat menikmati hidup yang damai dan tenang. Hal ini berguna untuk maksud yang lebih besar, yaitu mendatangkan keselamatan bagi manusia.

Kedua, doa dimaksudkan untuk memohon hal-hal baik dan berkenan kepada Allah. Jadi doa bukanlah alat untuk mempengaruhi ALLAH. Penentu utama pokok doa yang perlu dipanjatkan orang Kristen adalah apa yang baik dan berkenan kepada TUHAN, bukan yang dianggap baik oleh si pendoa.

Selama ini bagaimanakah kehidupan doa Anda? Apa sajakah yang rutin Anda doakan?

Kita dipanggil terus berdoa bagi karya kebaikan dan pekabaran Injil.  Ada orang yang mengajarkan  “Doa Lima Jari”, sebagai panduan saat mendoakan orang lain.

-Ketika Anda melipat tangan, yang paling dekat dengan Anda adalah ibu jari. Jadi, mulailah dengan mendoakan orang-orang yang dekat dengan Anda—orang-orang yang Anda kasihi (Filipi 1:3-5).

-Jari telunjuk biasanya untuk menunjuk. Maka, berdoalah bagi para pengajar—guru Alkitab dan pengkhotbah, dan para pengajar anak-anak (1 Tesalonika 5:25).

-Jari selanjutnya adalah jari yang tertinggi. Jari ini mengingatkan Anda untuk berdoa bagi orang-orang yang memegang kekuasaan—pemimpin Negara dan pemimpin setempat, serta penyelia Anda di tempat kerja(1 Timotius 2:1,2).

-Jari keempat biasanya jari terlemah. Berdoalah bagi mereka yang sedang menghadapi masalah atau yang sedang menderita (Yakobus 5:13-16).

-Lalu sampailah kita pada jari kelingking. Jari ini mengingatkan Anda akan betapa kecilnya Anda dibandingkan dengan kebenaran Allah. Maka, mintalah agar Dia menyediakan kebutuhan Anda (Filipi 4:6,19).

Refleksi
Pandanglah tangan dan jari-jari Anda. Apakah Anda dan keluarga selalu berdoa syafaat.

Tekadku
Ya TUHAN, tolonglah aku dan keluargaku untuk selalu mau menaikkan doa syafaat.

Tindakanku
Aku akan menambah pokok doaku setiap hari dengan mendoakan karya pelayanan gereja ,Pekabaran Injil dan para pejabat serta pemerintahan negeri ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*