suplemenGKI.com

KASIH ALLAH LINTAS BATAS

Matius 15:21-28

 

PENGANTAR
Perikop yang kita baca hari ini menunjukkan bagaimana seorang ibu (Kanaan) yang anaknya kerasukan roh jahat terkesan mengalami penolakan dengan sedikit pedas oleh Yesus (ayat 26). Tidakkah terlalu mudah bagi Yesus untuk menyembuhkan tanpa harus berkata pedas?  Lalu apa maksud Yesus?  Markus 7 menulis “Yesus pergi ke daerah Tirus” yang penduduknya dipandang “kafir” dan musuh bagi Yahudi. Markus menunjukkan kekontrasan antara Yesus dan perempuan Siro-Fenisia;  antara Yahudi dan kafir.  Pada Injil Matius pertentangan yang tampak dari penggunaan “perempuan Kanaan” yang menekankan perbedaan antara orang Israel dan orang kafir.  Wajar di awal percakapan seolah ada pertentangan dua bangsa pada diri perempuan Kanaan itu. Perikop ini tidak berfokus pada penolakan, melainkan keterbukaan komunikasi yang setara antara Yesus sebagai pria Yahudi dengan wanita Kanaan sebagai korban diskriminasi. Yesus sebenarnya melakukan sindiran terhadap hidup keagamaan Yahudi yang mendiskriminasi perempuan Kanaan ini. Bagaimana kita memahami sikap Yesus yang berpihak pada perempuan Kanaan?  Mari kita renungkan.

PEMAHAMAN

  • Apa yang menjadi isi permohonan Perempuan Kanaan itu kepada Yesus? (ayat 22)
  • Bagaimana sikap Yesus kepada perempuan itu dan orang sekitarnya? (ayat 23-26)
  • Kebenaran penting apa yang saudara pelajari dari kisah ini?

Minimal ada tiga sikap dalam kesatuan aksi yang Yesus lakukan.  Pertama, menegakkan kebenaran (ayat 24, 26).  Perkataan pedas yang Yesus sampaikan bukan sekadar menguji kesungguhan iman wanita Kanaan, tapi juga ditujukan kepada tata nilai budaya dan keagamaan Yahudi yang dijalankan dengan membedakan orang. Yesus sedang menegakkan kembali pemahaman yang sebenarnya bahwa keselamatan datang dari bangsa Yahudi (Yoh. 4:22);  tapi dimaksudkan untuk segala bangsa. Semacam “urut-urutan”, “pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani” (Rom. 1:16;  2:9).  Kebenaran ini bukan soal kehormatan, tetapi proses perkembangan sejarah keselamatan, yang memang dimulai dengan Israel.

Kedua, menegakkan kebenaran melalui tindakan.  Kebutuhan perempuan Kanaan dalam perikop ini adalah kesembuhan anaknya.  Semua orang tahu pergumulannya, tapi faktanya upaya pemenuhan kebutuhan tersebut seolah dapat dihalangi oleh hal-hal yang diskriminatif karena orang Yahudi lebih mengutamakan hukum keagamaan dibanding kebutuhan manusiawi. Yesus fokus pada kebutuhan perempuan itu, bukan pada persoalan fisik atau latar belakang (ayat 28).  Perbedaan etnis dan jender tidak bisa menghalangi karya kasih Allah yang menyembuhkan.  Tuhan Yesus mempraktikkan integritas hidup yang selaras dengan kebenaran yang konkrit.  Ketiga, integritas hidup.  Kebenaran inilah yang dilakukan Yesus di depan para murid dan orang Yahudi yang menolak perempuan Kanaan.  Yesus menjadi teladan bahwa tidak ada sesuatu yang perlu dipersoalkan.  Tindakan Yesus mencerminkan kasih Allah yang menerima dan mengasihi siapapun dalam keunikan perbedaannya.  Kasih Allah melintasi segala batasan apapun.

REFLEKSI
Mari merenungkan: konsep dan tindakan Yesus menegaskan bahwa Allah adalah kasih yang mengasihi siapapun dalam keadaan apapun.  Kasih yang benar harus mencerminkan kualitas kasih Allah yang melampaui segala batasan.  Kasih Allah memerdekakan orang percaya untuk mengasihi  siapapun dalam keadaan apapun. Kasih Allah hendaknya menuntun orang percaya untuk berbela  rasa, memberikan pembelaan dan perlindungan kepada mereka yang terampas dari kasih. Kasih Yesus yang toleran inilah yang harus menjadi dasar konsep dan tindakan karya layanan orang percaya kini dan nanti. 

TEKADKU
Tuhan terimakasih untuk firman-Mu hari ini.  Tolonglah agar aku mampu mengasihi siapapun dalam keadaan apapun.  Mengasihi dengan kejujuran dan ketulusan. 

TINDAKANKU
Tuhan aku mau mewujudkan kasih-Mu yang lintas batas dan memerdekakan itu dengan kejujuran dan ketulusan, tidak berpura-pura atau karena motif untuk kepentingan diri sendiri.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«