suplemenGKI.com

Ibrani 10:11-18

Korban Persembahan

Apakah Anda masih mengingat lagu rohani yang berjudul SPERTI YANG KAU INGINI dengan lirik berikut ini :

BUKAN DENGAN BARANG FANA KAU MEMBAYAR DOSAKU
DENGAN DARAH YANG MAHAL, TIADA NODA DAN CELA

BUKAN DENGAN EMAS PERAK KAU MENEBUS DIRIKU
OLEH SEGENAP KASIH DAN PENGORBANAN-MU

‘KU TELAH MATI DAN TINGGALKAN CARA HIDUPKU YANG LAMA
SEMUANYA SIA-SIA DAN TAK BERARTI LAGI
HIDUP INI KULETAKKAN PADA MEZBAH-MU YA TUHAN
JADILAH PADAKU SEPERTI YANG KAU INGINI

Lirik lagu tersebut dapat membantu kita dalam menghayati makna bacaan pada hari ini.  Dan untuk lebih jelasnya marilah kita belajar memahami perikop di atas melalui dua pertanyaan berikut ini.

Pertanyaan Penuntun:

  1. Apakah perbedaan antara korban yang dipersembahkan oleh para imam dengan korban persembahan  Tuhan Yesus ? ( ay.11-14 )
  2. Apakah yang dijanjikan oleh Tuhan kepada kita jika kita menerima dan menghargai pengorbanan Tuhan Yesus di kayu salib ? ( ay.16-18 )

RENUNGAN

Marilah kita renungkan secara sungguh-sungguh dalam waktu teduh ini beberapa hal penting berikut ini :

  1. Korban yang dipersembahkan oleh para imam dilakukan berulang-ulang namun tidak dapat menghapus dosa sedangkan pengorbanan Tuhan Yesus dilakukan sekali dan mampu menghapus dosa manusia.  Di samping itu korban dari para imam tersebut tidak dapat membuka jalan ke ruang Maha Kudus namun pengorbanan Tuhan Yesus telah membuka jalan ke ruang Maha Kudus (Surga).
  2. Bagi kita yang sungguh-sungguh menerima dan menghargai pengorbanan Tuhan Yesus tersebut maka segala dosa dan kesalahan kita dihapuskan oleh Darah Yesus dan tidak akan diingat-ingat lagi.  PengampunanNya sempurna atas hidup kita.

Maka sudah sepatutnyalah kita mau mempersembahkan hidup sepenuhnya kepada Tuhan.  Persembahan hidup kita seharusnya terwujud dengan melakukan kehendak-Nya di dalam keseharian hidup kita.  Baik dalam relasi kita bersama suami, istri dan anak-anak.  Juga di dalam pekerjaan yang setiap hari menjadi bagian dalam hidup kita.  Persembahan hidup bukan hanya ketika kita beribadah di gereja atau melayani-Nya tetapi di dalam perkataan, pikiran, pengambilan keputusan, relasi kita dengan teman sekerja, bahkan nampak ketika kita mengelola berkat Tuhan.  Persembahan hidup merupakan wujud penghayatan kita akan pengorbanan Kristus atas hidup kita.

Kiranya melalui renungan ini setiap kita diingatkan kembali untuk sungguh-sungguh menghargai pengorbanan Tuhan Yesus dan berjanji sebagaimana lagu di atas:

Hidup ini kuletakkan pada mezbah-Mu ya Tuhan. Jadilah padaku seperti yang Kau ingini

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«