suplemenGKI.com

Kamis, 15 Mei 2014

14/05/2014

1 Petrus 2:1-3

 

Pelajaran Berharga dari Seorang Bayi

Pengantar
Apakah Saudara pernah memperhatikan seorang bayi? Apa yang dapat kita pelajari dari kehidupan seorang bayi? Hari ini kita akan belajar bersama mengenai bagaimana seharusnya kita menjalani hidup ini melalui perenungan atas nasihat rasul Petrus yang menggunakan bayi sebagai analogi.

Pemahaman
- Apa yang menjadi landasan bagi rasul Petrus untuk memberikan nasihat dalam perikop kita hari ini?

- Menurut Saudara, apakah pengertian dari nasihat “jadilah sama seperti bayi yang baru lahir” (ay. 2)?

Rasul Petrus mengawali nasihatnya dalam perikop kita hari ini dengan kata “karena itu”. Kata “itu” merujuk pada apa yang telah dibicarakan rasul Petrus sebelumnya. Dalam pasal 1:24, rasul Petrus berbicara tentang kefanaan hidup, “Semua yang hidup adalah seperti rumput dan segala kemuliaannya seperti bunga rumput, rumput menjadi kering, dan bunga gugur”. Dengan demikian kita dapat memahami frasa “karena itu” dalam pasal 2:1 sebagai “karena hidup manusia begitu cepat berlalu, buanglah…”

Rasul Petrus menasihatkan agar kita membuang segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah (ay. 1). Membuang itu berarti bertindak secara aktif. Jadi ketika kita berdoa memohon Tuhan mengubah manusia lama kita menjadi manusia baru, harus ada suatu tindakan aktif yang kita lakukan. Tidak bisa kita hanya memohon Tuhan mengubah kita tanpa ada sedikitpun upaya dari diri kita. Apa yang harus kita lakukan secara aktif? Membuang! Kata “membuang” dapat juga diartikan sebagai menanggalkan, seperti kita menanggalkan baju. Kita harus secara aktif melepaskan kebiasaan manusia lama.

Rasul Petrus bukan hanya menasihatkan agar kita membuang manusia lama, tetapi juga untuk menjadi sama seperti bayi yang baru lahir. Titik berat analogi ini adalah perilaku bayi yang selalu ingin air susu yang murni, yang memacu pertumbuhan. Bila kita menghubungkan hal ini dengan nasihat sebelumnya, maka kita bagaikan mendapat sekeping mata uang nasihat dengan kedua sisinya, yaitu di samping secara aktif kita harus membuang perilaku kita yang berdosa, kita juga secara aktif harus mengisi hidup ini dengan perilaku yang merindukan air susu yang murni dan yang rohani. Terkait dengan air susu ini, ada dua hal yang perlu kita perhatikan, yaitu air susu tersebut membuat orang yang merindukannya mengalami pertumbuhan.  Selain itu kerinduan terhadap air susu itu bersifat “selalu” (terus menerus).

Refleksi
Rasul Petrus mengingatkan bahwa kehidupan manusia pada dasarnya amatlah singkat dan harus kita jalani dengan cara hidup yang benar. Terkait dengan hal itu, rasul Petrus menasihatkan agar kita membuang manusia lama, sekaligus merindukan air susu murni yang membuat kita bertumbuh secara iman. Sudahkah kita merindukan hal-hal yang membuat kita mengalami pertumbuhan rohani? Atau hal-hal yang kita rindukan sebenarnya malah menghambat pertumbuhan rohani kita?

Tekadku
Doa: Ya Tuhan, tolonglah saya untuk terus merindukan hal-hal yang mendorong pertumbuhan rohani saya. Amin.

Tindakanku
Saya akan menghadiri ibadah minggu nanti serta mencatat hal-hal yang membuat saya mengalami pertumbuhan.

=====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«
Next Post
»