suplemenGKI.com

Kamis, 15 Maret 2012

14/03/2012
Give Thanks

Give Thanks

Mazmur 107:17-22

Wujud Ucapan Syukur

 

Mazmur ucapan syukur dalam mazmur 107 ini dinyanyikan untuk mengantar umat ketika membawa korban syukur dalam ibadah hari raya pengucapan syukur.  Dalam ibadah ini imam mengajak seluruh umat Israel, baik secara individu maupun dalam kelompok-kelompok menaikkan ucapan syukur kepada TUHAN sebab kebaikan-Nya.  Namun apakah mazmur ini hanya mengajak umat untuk mengucapkan syukur kepada-Nya?  Kalau kita simak lebih dalam maka kita dapat menemukan bahwa pemazmur mengajak untuk mewujudkan ucapan syukur itu dalam tindakan nyata.

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab:

  1. Pemazmur mengingatkan umat-Nya akan karya Tuhan.  Bagaimana karya Tuhan yang disebutkan pemazmur?  (ay. 19-20)
  2. Apa ajakan pemazmur kepada umat-Nya untuk mewujudkan ucapan syukur?  (ay. 22)
  3. Apa wujud ucapan syukur kita kepada Tuhan?

 

RENUNGAN

Dalam bagian ini pemazmur memperlihatkan fakta adanya akibat yang ditanggung ketika seseorang hidup dalam dosa dan kesalahan (ay. 17).  Yaitu seseorang bisa mengalami sakit akibat dari tindakannya sendiri yang tidak benar.  Lalu pemazmur mengajak setiap pribadi yang berdosa untuk datang kepada Tuhan dengan “berseru-seru” kepada-Nya agar kesesakan akibat dosa itu tidak terus-menerus menekan dan menyesakkan hidup mereka.  Bersyukur sebab ketika umat yang berdosa itu datang kepada Tuhan maka Tuhan memperhatikan, bertindak dan mau melepaskan umat dari tekanan dosa.  Tindakan Tuhan bagi yang berdosa adalah Dia menyelamatkan dari kesesakan dan kecemasan, Dia mengingatkan melalui firman-Nya, disembuhkan dan diselamatkan dari kematian kekal.

Pengalaman ditebus dan dibebaskan oleh Tuhan dari kesesakan dosa itulah yang seharusnya membawa umat untuk bersyukur kepada Tuhan dan mewujudkan syukur itu dalam tindakan nyata.  Ayat 22 mengatakan “Biarlah mereka mempersembahkan korban syukur, dan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sorak-sorai!”.  Wujud ucapan syukur yang dipaparkan oleh pemazmur adalah: pertama, hendaknya umat Tuhan mempersembahkan korban syukur.  Artinya, hendaknya ada sesuatu yang kembali kita persembahkan kepada Tuhan.  Persembahan syukur itu bisa jadi berupa waktu, tenaga, pikiran, kemampuan atau bahkan materi yang kita berikan untuk mendukung pekerjaan Tuhan.  Biarlah dengan rela kita memberikan ‘sesuatu’ itu untuk kemuliaan Tuhan.  Ambillah bagian dalam pekerjaan Tuhan dan jalanilah hidup dengan maksimal didalam Tuhan.  Itulah korban syukur yang seharusnya kita persembahkan kepada Tuhan.

 

Kedua, hendaknya umat Tuhan menceritakan pekerjaan-pekerjaan-Nya dengan sukacita.  Melalui ajakan pemazmur ini kita diminta untuk mau menceritakan pertolongan Tuhan, karya penebusan, atau pengalaman perjumpaan dengan Dia.  Apapun yang sudah Tuhan kerjakan dalam hidup kita, ceritakan kepada orang-orang di sekitar kita agar mereka dapat mengenal Tuhan dan karya-Nya.  Tentu saja menceritakan karya Tuhan itu seharusnya disertai dengan tindakan kasih kita secara nyata bukan sekadar perkataan.  Sebab orang-orang di sekitar kita pasti menantikan tindakan kasih kita secara nyata sebagai bukti bahwa karya Tuhan nyata dalam hidup kita.  Dengan demikian, mari mewujudkan ucapan syukur secara nyata dalam hidup sehari-hari agar orang-orang di sekitar kita merasakan karya Tuhan secara nyata.

 

Karya Tuhan nyata dalam hidup kita maka wujudkan itu dalam karya nyata bagi orang-orang di sekitar kita.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*