suplemenGKI.com

Kamis, 15 Juli 2021

14/07/2021

RASA DIGEMBALAKAN

Mazmur 23:1-6

 

PENGANTAR
Kata “rasa” berarti tanggapan indra terhadap rangsangan saraf.  Seperti manis, pahit, masam terhadap indra pengecap.  Atau panas, dingin, nyeri terhadap indra perasa.  Secara ringkas “rasa” menunjuk pada “apa yang dialami oleh tubuh”.  Pertanyaannya, apakah dalam batas tertentu “rasa” juga menjadi pengalaman hidup berkeyakinan bersama Allah?  Bagaimana dengan pengalaman Daud berelasi dengan Allah, Sang Gembala itu?  Mari kita merenungkan!

PEMAHAMAN

  • Apa yang pemazmur simpulkan tentang Allah yang dikenalnya? (ayat 1)
  • Temukan minimal 6 pengalaman rasa pemazmur ketika digembalakan Allah?
  • Dimensi rasa seperti apa yang saudara alami bersama Allah?   

Allah adalah Pribadi yang berlogika, berasa dan bertindak dalam kepenuhan diri-Nya.  Maka berkeyakinan seharusnya bukan hanya tentang mengenal Allah secara logika atau pikiran, tetapi juga berarti mengalami dimensi rasa atau kepuasan batiniah yang utuh sebagai manusia ketika berelasi dengan Allah (Bdk Lukas 10:27).  Mazmur 23 bukan hanya menceritakan pengakuan atau pengajaran Daud, tetapi juga menceritakan kedalaman rasa Daud yang dekat dan meyakini penggembalaan Allah dalam hidupnya.

Minimal ada tiga rasa yang disampaikan Daud melalui mazmurnya.  Pertama: Rasa puas.  Ayat 1 mengatakan “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku”.  Bagi Daud mengenal Allah adalah puncak dari segala kebutuhan.  Tidak ada kebutuhan lain yang lebih mendasar dari kebutuhan mengalami Allah.  Sama seperti domba yang mendapati gembalanya ada dan mendampingi.  Ada kepuasan batin yang dalam atas apa yang Allah percayakan seberapapun itu.  Dengan kata lain, mengenal Allah itu cukup!  Kedua: Rasa aman.  Di ayat 4 Daud mengatakan “aku tidak takut bahaya”.  Daud bukan menganggap semua kesulitan, termasuk bayangan kematian sebagai keadaan yang mudah untuk diatasi. Tapi seperti seorang anak kecil yang semula takut masuk lorong gelap, namun berubah merasa aman karena orangtuanya menuntun;  demikian pengalaman rasa Daud atas penggembalaan Allah.  Ketiga: Rasa yakin.  Di ayat 5-6 mengatakan “kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa”.  Di bagian terakhir ini Daud menyatakan rasa yakinnya akan masa depannya bersama Allah.  Rasa yakin Daud bukan didasarkan kepada kemampuannya, tetapi lebih kepada kemurahan Allah yang bekerja dalam hidupnya.  Jikalau bukan karena Allah, tidak mungkin “kebajikan dan kemurahan akan mengikuti” Daud.  Penggembalaan Allah menopang Daud “sepanjang masa”.

Dalam kehidupan memang kita berpacu dengan kebutuhan.  Namun sampai kapan upaya pemenuhannya?  Manusia sulit berhenti berburu kelegaan dari apa yang dimiliki.  Berpengalaman dengan Allah, tidak ditentukan oleh banyak atau sedikitnya doa yang dikabulkan; tetapi oleh rasa syukur atas kecukupan karena mengenal Allah.  Pengalamaan itu sendiri diawali komitmen untuk bersedia digembalakan, sehingga kita bisa mengecap “rasa” kehadiran Sang Gembala.

REFLEKSI
Mari merenungkan: Sesungguhnya berpengalaman dengan Allah, tidak ditentukan oleh banyak atau sedikitnya doa yang dikabulkan; tetapi oleh rasa syukur atas kecukupan karena mengenal Dia sebagai Gembala yang baik. 

TEKADKU
Tuhan, terimakasih untuk “rasa” penggembalaan-Mu yang telah aku alami.  Tolonglah agar dalam keadaan yang sulit pun kami justru bisa mengecap “rasa” penggembalaan-Mu yang mampu memberi “rasa puas, rasa aman dan rasa yakin” dalam hidupku.   

TINDAKANKU
Hari ini aku mau belajar mengecap “rasa” penggembalaan Tuhan.  Bukan karena keadaanku yang baik-baik saja.  Tetapi dalam kesulitan, pergumulan dan kelemahan yang aku alami hari ini, aku mau belajar mengecap “rasa” itu.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«