suplemenGKI.com

Kamis, 15 Juli 2010

14/07/2010

Kolose 1:15-23

HARAP AKAN YESUS, PASTI KAU MENANG

Lawanlah godaan, s’lalu bertekun; tiap kemenangan kau tambah teguh;  Nafsu kejahatan harus kau tentang; harap akan Yesus: pasti kau menang….”

Ada pepatah mengatakan, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Pergerakan yang bersifat (atau bermaksud) untuk mengubah sebuah keadaan (menjadi lebih baik, tentunya), diyakini dapat berhasil untuk diwujudnyatakan apabila dilakukan secara bersama-sama. Kebersamaan yang mampu tercipta menunjukkan adanya kesamaan tujuan. Bagaimana dengan karya layanan kita bersama sebagai anggota jemaat yang dikasihi dan (katanya) mengasihi Tuhan? Tidakkah cukup memiliki iman kepadaNya? Bukankah iman bersifat personal?

RENUNGAN

Paulus berkata bahwa Yesus Kristus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan (ay. 15). Digunakan kata “eikon” (kata Ibrani dalam teks) yang dapat diartikan “gambar”. Gambar dapat hanya merupakan sebuah representasi, tetapi apabila benar-benar sempurna, dapat juga menjadi suatu manifestasi. Hal ini menunjukkan bahwa Paulus menggunakan kata tersebut dengan maksud ingin mengatakan bahwa Yesus adalah manifestasi Allah yang sempurna. Bila ingin melihat seperti apakah Allah itu, maka manusia dapat melihatNya pada Yesus. Ia adalah kepala tubuh, yaitu jemaat (ay. 18). Tersirat gagasan tentang hak istimewa. Merupakan hak istimewa bagi jemaat (dapat pula disebut gereja) yakni menjadi alat Kristus di dunia. Namun juga ada gagasan memperingatkan. Dengan kehidupan yang tidak berdisiplin dalam Kristus, jemaat (atau gereja) menjadikan dirinya sendiri tidak sempurna menjadi alat Kristus, yang merupakan kepala.

Tujuan kedatanganNya adalah pendamaian/rekonsiliasi (ay. 20). Ia datang untuk memulihkan keretakan dan menjembatani jurang antara Allah dan manusia. Pemrakarsa pendamaian adalah Allah. Salib sebagai bukti bahwa tidak ada jarak yang enggan ditempuh kasih Allah untuk memenangkan hati manusia (ay. 22). Namun perlu diperhatikan bahwa kasih yang demikian menuntut pula kasih dari pihak manusia.

Kristus mengerjakan karya pendamaianNya yang penuh pengorbanan untuk menghantar manusia kepada Allah dalam keadaan yang telah dikuduskan (ay. 22). Di satu sisi, kasih Allah memberi kepastian bahwa kita tidak berhadapan dengan penghukuman. Namun di sisi lain, pendamaian itu membuat adanya kewajiban untuk mengupayakan kelayakan bagi kasih itu. Kewajiban di sini berupa berdiri teguh di dalam iman dan tidak melepaskan pengharapan Injil. Dengan melawan godaan dan selalu bertekun dalam iman kepada Kristus, pastilah membuat kita semakin teguh mewujudnyatakan karya Kristus di dunia melalui ladang pelayanan kita saat ini.

Reff  : Mintalah pada Tuhan, agar kau dikuatkan; Ia b’ri pertolongan: pastilah kau menang.

Selamat berkemenangan dalam Kristus Yesus!!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«