suplemenGKI.com

Mengikut Allah yang Menciptakan Kita

Mazmur 139:13-18

Pengantar

Bagaimana proses kehadiran Saudara ke dalam dunia ini? Apakah itu sebuah proses yang membanggakan Saudara, ataukah suatu proses yang Saudara sesali? Mengapa demikian? Hari ini kita akan merenungkan penciptaan kita.

Pemahaman

Ayat 13                 : Mengapa Pemazmur mengatakan “Engkaulah yang
membentuk buah pinggang”? Apa pula arti ungkapan
“menenun aku dalam kandungan ibuku”?

Ayat 14-18           : Bagaimana respon Pemazmur atas pemahaman
penciptaannya itu?

Setelah memaparkan kekagumannya terhadap kemahatahuan dan kemahahadiran Allah, kini Pemazmur berbicara mengenai bagaimana Allah yang mahatahu dan mahahadir itu menciptakan dia. Dalam pemaparannya Pemazmur mengatakan “Engkaulah yang membentuk buah pinggangku”. Di sini Pemazmur menggunakan gaya bahasa sinekdoke pars pro toto, menyebutkan sebagian untuk memaksudkan keseluruhan. Di samping itu, Pemazmur menyebutkan bagaimana Allah telah menenun dia. Ketika seseorang menenun, maka ia butuh kecermatan, sense keindahan, kesabaran. Tanpa semuanya itu hasil tenunan tidak akan bagus. Analogi inilah yang digunakan Pemazmur untuk mengagumi karya Allah, yaitu keberadaannya sendiri. Memahami semuanya itu, tidaklah mengherankan kalau kemudian Pemazmur menyatakan bahwa kejadiannya dahsyat dan ajaib, sehingga ia mengucap syukur kepada Allah.

Proses yang sedemikian detil dan mengagumkan ini seharusnya membuat kita menyadari bahwa tidak satupun di antara kita yang diciptakan Tuhan secara asal-asalan. Setiap kita diciptakan Allah dengan serius. Itu berarti Allah memiliki suatu maksud pada waktu menciptakan kita. Mustahil ada sesuatu yang diciptakan secara sedemikian seriusnya tapi tanpa maksud dan tujuan tertentu.

Refleksi

Merenungkan bagaimana Allah menciptakan kita sedemikian cermat dan mengagumkan, maka kita patut mengingat bahwa Allah pasti menciptakan kita dengan suatu maksud. Karena itu marilah kita menjalani hidup ini dengan penuh syukur, dengan cara hidup dalam rencana dan maksud Tuhan.

Tekad

Doa: Ya Allah, tolonglah saya untuk mensyukuri keberadaan diri saya seutuhnya, sebab Engkau telah menciptakan saya dengan sedemikian mengagumkannya. Kiranya saya dapat terus hidup dalam kehendak dan rencana-Mu, sebagai wujud ungkapan syukur ini. Amin.

Tindakan

Selama seminggu ke depan, setiap malam saya akan menyanyikan lagu “Selidiki aku” sebelum doa malam.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*