suplemenGKI.com

TIDAK BERPALING DARI-NYA  

Mazmur 25:11-21

 

PENGANTAR
Hidup mempertahankan kebenaran tidaklah mudah, apalagi mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran dalam iman kepada Kristus.  Diskriminasi memang masih berlaku walau secara tidak resmi, tekanan dari berbagai pihak dan sulitnya mempertahankan prinsip-prinsip iman  dalam menjalani kehidupan sehari-hari tidak bisa dihindari.  Ketika mempertahankan kebenaran dan prinsip-prinsip iman, tidak sedikit yang harus diperhadapkan pada cibiran, kebencian bahkan tersingkirkan.  Hal serupa juga dialami Daud, yang mempertahankan prinsip kebenaran seorang diri, maka ia harus mengalami penindasan dari banyak orang.  Apakah Daud tetap teguh mempertahankan kebenaran?  Apa rahasianya?  Mari kita belajar?

PEMAHAMAN

  • Ayat 17-18      : Apa yang dialami Daud ketika mempertahankan kebenaran?
  • Ayat 21           : Apa alasan Daud untuk mempertahankan kebenaran dan tidak mau berpaling dari-Nya?
  • Maukah saudara tetap mempertahankan kebenaran dan prinsip-prinsip iman di tengah-tengah keadaan sulit?  Apa alasan saudara?

Daud, sang pemazmur menceritakan bagaimana dia mempertahankan prinsip-prinsip kebenaran seorang diri (ay.16).  Maka ia harus mengalami penindasan dari banyak pihak (ay.19).  Tidak dapat dipungkiri bahwa penindasan yang dialami menimbulkan penderitaan fisik dan batin yang luar biasa “Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku!  Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku” (ay.17-18).  Sebab semua musuh-musuhnya dikuasai oleh kebencian yang sangat mendalam.  Daud sebagai pribadi yang mempertahankan kebenaran, sangat dibenci oleh orang-orang yang sangat mencintai kejahatan. Bagaimana Daud menyikapi dan menghadapinya?

Dalam kesesakan karena tekanan yang dialami, Daud tetap menantikan dan berharap kepada Tuhan (ay.21).  Daud tetap teguh memandang dan berpegang kepada Sang Kebenaran.  Dia tidak mau sedikit pun berpaling kepada allah lain (ay.15), sebab ia percaya bahwa hanya Allahlah yang mampu mengaruniakan ‘hikmat & jalan-Nya’ dalam menghadapi semua penindasan, tantangan, dan penderitaan tanpa berbuat dosa.   Ia tidak hanya memohon agar Allah memberitahukan jalan-jalan-Nya (ay.4), tetapi juga menuntun dan mengajarkan jalan-jalan-Nya.  Daud yakin akan mendapatkan tuntunan tangan-Nya, sebab Dia adalah Allah yang setia dan penuh rahmat, baik, mau bergaul dan membimbing umat-Nya dalam keadaan apapun (ay.6-21).

Dia juga menghendaki agar diri kita, sebagai umat Tuhan yang hidup di zaman ini, memiliki prinsip-prinsip dalam mempertahankan kebenaran dan iman kita kepada-Nya.  Bisa jadi, pengalaman Daud itu akan menjadi pengalaman kita.  Ada tantangan yang tidak mudah.  Apakah kita bersedia untuk tidak berpaling dari-Nya?

REFLEKSI
Mari merenungkan: orang percaya dapat mempertahankan kebenaran dan prinsip iman dalam Kristus, apa pun tantangan dan derita yang dihadapi, jika senantiasa berharap kepada Allah dan mempelajari ‘hikmat dan jalan-Nya’ yang terdapat di dalam firman-Nya.

TEKADKU
Tuhan mampukan aku untuk percaya bahwa Engkau sanggup mengaruniakan ‘hikmat & jalan-Mu’ dalam menghadapi tantangan dan penderitaan tanpa berbuat dosa.  Teguhkan aku untuk tidak berpaling dari-Mu.

TINDAKANKU
Aku mau berkata ‘ya di atas ya dan tidak di atas tidak’ di manapun.  Aku tidak mau berpaling dari-Nya sebab Dialah Sang Sumber Kebenaran.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«