suplemenGKI.com
Pelangi

Pelangi

Mazmur 89:20-53

  “Tuhan dan Perjanjian-Nya”

Kalau kita menghayati alur Mazmur 89 ini, maka kita akan menangkap kesan adanya perubahan mood sejak ayatnya yang kedua puluh ini, sebagaimana yang dikatakan Barth dan Pareira, “Ayat-ayat ini (ayat 20-38) merupakan bagian baru dalam nyanyian ini. nadanya secara mencolok dan seperti mendadak berubah: dari madah penuh sukacita ke ketenangan renungan pernyataan-pernyataan.” Hal yang coba direnungkan oleh Pemazmur adalah bagaimana Tuhan membuat perjanjian dengan Daud. Biarlah apa yang menjadi perenungan Pemazmur ini juga menjadi perenungan kita hari ini.

-  Pernahkah Saudara membuat sebuah perjanjian dengan seseorang? Apakah pengalaman tersebut adalah pengalaman yang manis (semua berjalan lancar sesuai dengan isi perjanjian tersebut), ataukah merupakan pengalaman yang pahit karena perjanjian itu diingkari?

-  Gambaran apa saja yang Saudara lihat tentang perjanjian Allah dengan Daud dalam bacaan kita hari ini? Apakah gambaran tersebut memiliki arti dalam kehidupan Saudara?

 Renungan

Perjanjian Tuhan dengan Daud ini dinyatakan melalui sebuah penglihatan, yaitu penglihatan nabi Natan. Pemazmur menghayati bahwa perjanjian ini merupakan inisiatif dari Allah sendiri. Hal ini sangat jelas nampak dari bagaimana Pemazmur menempatkan Allah sebagai subyek dari setiap tindakan yang ada; misalnya: “Telah Kutaruh ……”; “telah Kutinggikan ……”; “Aku telah mendapat Daud……”; Aku telah mengurapinya ……”; “tangan-Ku tetap dengan dia, bahkan lengan-Ku meneguhkan dia.”

Kalau dikatakan bahwa Allah adalah inisiator dari perjanjian tersebut, tidaklah hanya dalam artian Allah yang memprakarsai dan mengambil langkah pertama, melainkan bahwa Allah juga yang terus mengawal perjanjian tersebut. Di dalam sebuah perjanjian, masing-masing pihak yang terikat dalam perjanjian tersebut memiliki tanggung jawab atau kewajiban yang harus dipenuhi. Di sini tanggungjawab Allah itu dinyatakan. Tanggung jawab itu dilakukan baik secara defensif maupun ofensif. Secara defensif, Allah tidak akan membiarkan orang-orang yang memusuhi Daud untuk menyergapnya. Mungkin Daud tidak sadar bahwa ada orang-orang yang curang sedang memusuhi dia secara diam-diam, namun Allah dengan segala kewaspadaan-Nya akan terus menjaga Daud sehingga dia tidak akan ditindas secara diam-diam. Sedangkan secara ofensif, Allah akan menghancurkan para lawan Daud.

Pemeliharaan Allah atas diri Daud itu tentulah sangat meneduhkan, tapi tidak meninabobokan. Di satu sisi Allah memang menyertai Daud, “Kesetiaan-Ku dan kasih-Ku menyertai dia, dan oleh karena nama-Ku tanduknya akan meninggi”, tapi di sisi lain, Allah juga membuat Daud lebih mumpuni, “Aku akan membuat tangannya menguasai laut, dan tangan kanannya menguasai sungai-sungai”.

Kadang kita salah dalam memahami penyertaan Tuhan. Pada saat kita berserah, tidak berarti segala sesuatunya kita serahkan kepada Tuhan sampai tidak ada usaha yang harus kita lakukan. Allah pasti menjaga dan melindungi kita, tapi hal itu tidak meniadakan tanggungjawab kita untuk mengerjakan bagian kita. Allah bukan hanya membuat kita “tenang”, tapi Dia juga melatih kita untuk “berperang”.

 =====================================================================================

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«