suplemenGKI.com

Mazmur 121:1-8

KEAMANAN YANG SEJATI

Melalui Mazmur 121 ini kemarin kita belajar tentang sifat Sang penjaga yang harus kita yakini.  DIA Sang Penjaga yang memiliki sifat berkuasa atas segala sesuatu, DIA selalu siap sedia dan DIA Sang Pelindung yang sejati.  Hari ini kita akan belajar apa yang dilindunginya, sehingga kita memiliki keamanan yang sejati?

  • Temukan dalam firman Tuhan ini perlindungannya meliputi apa saja? (ay. 2, 7-8)
  • Bagaimana kurun waktu penjagaan-Nya? (ay. 8)
  • Apakah saudara pernah mengalami penjagaan TUHAN?
  • Renungkan penjagaan TUHAN tersebut dan ucapkanlah syukur pada-Nya!

RENUNGAN

Mazmur 121 yang kita renungkan kemarin dan hari ini sebenarnya berbicara mengenai jaminan keamanan hidup.  Latar belakang Mazmur ini, ada dua kemungkinan: Pertama, mazmur ini dinyanyikan ketika bangsa Israel berziarah tahunan ke Yerusalem.  Ayat 1-2 merupakan pertanyaan para musafir, dan ayat 3-8 merupakan jawaban para imam.  Kedua, dinyanyikan ketika bangsa Israel pulang kembali ke tempatnya dari Yerusalem.  Keduanya menyiratkan mengenai satu keinginan untuk mendapatkan keamanan dan berkat, keselamatan bagi Israel.  Jika “gunung-gunung” yang dimaksud terletak di Yehuda maka hal tersebut menyimbolkan bahaya, misalnya, perampokan.  Pertanyaannya adalah, “Dari mana pertolongan itu akan datang?”   Dari Allah yang menciptakan langit dan bumi.  “Gunung” mengingatkan kita akan bukit-bukit pengorbanan penyembahan berhala bagi bangsa lain namun tidak memberi jaminan keamanan.  Maka, bisa jadi ketika pemazmur memandang ke gunung-gunung, dia membandingkannya dengan Allah yang tak pernah tidur (bdk. 1Raj. 18:27).

DIA memberikan jaminan perlindungan yang sempurna.  Dari Mazmur ini kita dapat menemukan bahwa penjagaan-Nya meliputi: Pertama,  Langkah kaki anak-anakNya.  Ayat 2b mengatakan “Ia takkan membiarkan kakimu goyah, …” Kemanapun langkah kaki kita DIA memberi kekuatan dan menjaga kita.  Penjagaan-Nya terhadap kaki kita itu akan diberikan ketika kita sebagai anak-anakNya meminta kepada-Nya dan membiarkan DIA memegang langkah kaki kita.  Kedua, TUHAN tidak membiarkan kita sendirian dalam menghadapi bahaya.  Ayat 7a mengatakan “TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan”.  Berada dalam bahaya adalah situasi yang sangat tidak nyaman dan membutuhkan pribadi yang mendampingi untuk memberikan kekuatan.  DIA adalah Allah yang tidak pernah membiarkan kita sendiri dalam menghadapi hidup ini, apalagi menghadapi situasi bahaya.  Yang dituntut dari kita adalah berserah dan percaya kepada-Nya.  Ketiga,  TUHAN menjaga jiwa kita.  Ayat 7b-8 mengatakan “Ia menjaga nyawamu.  TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.” Inilah yang paling berharga dalam hidup kita, bahwa nyawa kita berada dalam penjagaan-Nya. Penjagaan-Nya sampai selama-lamanya.

Mari kita terus menyakini TUHAN dalam hidup kita.  Pergumulan, kesulitan, dukacita, bahaya bahkan sakit-penyakit memang tidak dapat dihindari dalam perjalanan hidup kita.  Namun yang pasti hidup kita berada dalam tangan-Nya.

Keamanan hanya ada di dalam pribadi Allah yang mengendalikan segala sesuatu. Bersandarlah kepada-Nya setiap waktu!

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«