suplemenGKI.com

MENEGUR DAN MEMBERI TELADAN

2 Tesalonika 3:6-9

 

Pengantar
Fungsi dari sebuah teguran adalah untuk memperbaiki kesalahan orang lain. Teguran biasanya disebabkan oleh adanya suatu pelanggaran atau kesalahan yang dilakukan oleh seseorang. Sebagai saudara seiman, kita harus saling menjaga. Hal ini disebabkan karena gereja/persekutuan tidak terdiri dari orang-orang yang sempurna, melainkan orang-orang yang dibenarkan dan sedang dikuduskan oleh Tuhan Yesus. Oleh sebab itu, bila terjadi kesalahan atau pelanggaran yang bertugas untuk menegur dan memperbaikinya adalah sesama. Namun teguran saja, tidaklah cukup harus disertai dengan teladan hidup seperti yang dilakukan oleh Paulus. Mari kita renungkan!

Pemahaman

  • Ayat 6             : Pesan apakah yang diberikan oleh Paulus kepada jemaat yang ada di Tesalonika? Mengapa ia harus memberikan pesan di dalam nama Tuhan Yesus?
  • Ayat 7-9         : Mengapa Paulus memberikan pesan itu? Apakah yang telah dilakukan oleh jemaat yang ada di Tesalonika? Teladan hidup apakah yang telah diberikan oleh Paulus?

Paulus memberikan pesan penting kepada jemaat di Tesalonika dengan penuh wibawa yaitu “dalam nama Tuhan Yesus” sekaligus permintaan kepada mereka. Dengan wibawa Kristus, Paulus berharap bisa membuat jemaat yang telah melakukan kesalahan bisa menaruh hormat kepada Tuhan dan berlaku taat. Pesan Paulus adalah supaya mereka menjauhkan diri dari setiap saudara yang tidak melakukan pekerjaannya dan yang tidak menuruti ajaran yang telah mereka terima dari para rasul.

Hal ini disebabkan karena Paulus mendengar tentang kelakuan sebagian jemaat yang tidak tertib. 1) Ada di antara mereka yang bermalas-malasan dan tidak melakukan pekerjaannya karena menganggap bahwa hari Tuhan sudah dekat sehingga mereka tidak perlu bekerja lagi; karena mereka tidak bekerja mereka menggantungkan diri dari kebaikan dari anggota jemaat yang lain. 2) Ada di antara mereka yang juga tidak mau mendengarkan ajaran tentang Kristus yang telah disampaikan Paulus kepada Jemaat.

Paulus menegur dan menasehati mereka bukan hanya dengan sekedar menggunakan perkataan saja, namun Paulus juga mengingatkan mereka akan teladan yang juga telah dilakukannya di hadapan mereka. Paulus tidak lalai dalam pekerjaannya dan ia juga tidak makan roti yang diberikan oleh jemaat dengan percuma, melainkan ia juga berusaha dan berjerih payah siang dan malam, supaya ia tidak menjadi beban bagi siapapun di antara jemaatnya. Teladan hidup jauh lebih penting daripada sekedar kata-kata yang tidak bermakna. Seperti perkataan seorang guru yang tidak disertai dengan teladan pada muridnya (mis: guru berkata pada murid jangan terlambat, tetapi ia sering masuk kelas dengan terlambat).

Refleksi
Renungkanlah: Siapkah kita untuk bisa menyatakan kebenaran kepada orang lain dengan cara menunjukkan cara hidup atau teladan hidup yang benar? Alangkah baiknya jika kita bisa memberikan teladan terlebih dahulu sebelum memberi teguran.

Tekadku
Ya Tuhan, tolonglah saya supaya saya juga bisa seperti Paulus yang bisa memberikan teladan hidup yang baik. Agar ketika saya mendapati kesalahan, saya bisa memperbaikinya dengan menunjukkan teladan baik yang sudah saya lakukan.

Tindakanku
Mulai sekarang, sebelum saya memberikan nasehat/teguran kepada orang lain, saya harus berusaha melakukan apa yang saya nasehatkan itu terlebih dahulu sebelum saya menyatakannya kepada orang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«