suplemenGKI.com

Kamis, 14 Maret 2019

13/03/2019

BALAS CINTA KASIHKU KEPADA-NYA

Mazmur 27:4-6

 

Pengantar
Seorang muda yang telah mengalami pertolongan Tuhan dari bahaya maut yang mengancamnya saat kecelakaan, berjanji untuk lebih giat lagi dalam melayani Tuhan. Bahkan ia juga bersedia menolong dan mendampingi rekan-rekannya yang tergolong baru memasuki dunia pelayanan. Kehidupannya pun berdampak bagi orang-orang di sekelilingnya. Saudara, cerita singkat tersebut mengingatkan kepada kita betapa banyaknya kasih dan perlindungan yang Tuhan berikan.  Apa yang seharusnya kita berikan kepada Tuhan sebagai bentuk balas cinta kasih-Nya? Marilah kita merenungkannya.

Pemahaman

  • Ayat 4             : Apa yang pemazmur ingin lakukan ketika sudah merasakan ditolong oleh Tuhan?
  • Ayat 6             : Bagaimana sikap pemazmur dalam menghadapi musuh-musuhnya?

Bacaan kemarin menceritakan bagaimana Daud merasakan perlindungan yang kokoh dari Tuhan. Oleh karena itu ia menyebut Tuhan adalah terang, keselamatan, dan benteng hidupnya. Rupanya Daud bukan seorang yang hanya menjadi penikmat kebaikan Tuhan, melainkan ia mau melakukan sesuatu sebagai balas cinta kasih-Nya kepada Tuhan. Di ayat 6, ia menginginkan untuk diam di rumah Tuhan seumur hidupnya, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati bait-Nya. Kata “diam di rumah Tuhan” hendak menggambarkan kerinduan Daud yang mendalam untuk berada dalam hadirat Tuhan serta terus memuji dan memuliakan nama-Nya. Daud membayangkan suasana yang penuh dengan damai sejahtera dan kegembiraan ketika berada di dalam rumah Tuhan. Ia mau “diam di rumah Tuhan” untuk memuji memuliakan Tuhan atas segala kebesaran-Nya di sepanjang hidupnya. Semua yang Daud inginkan bukan sekedar ucapan belaka, melainkan lahir dari hati yang mendalam dan mengasihi Tuhan dengan segenap hidupnya.

Daud yang telah mengalami pertolongan Tuhan berkata, “maka sekarang tegaklah kepalaku, mengatasi musuhku sekeliling aku..” (ayat 6). Daud akan menjadi seorang yang berkemenangan atas musuhnya dan akan menguasai mereka. Ia akan menjadi seorang yang dihormati dan disegani. Ia tak lagi gentar dan takut dalam menghadapi musuh-musuhnya. Oleh karena itu, selain ingin “diam di rumah Tuhan”, ia juga mau mempersembahkan korban kepada Tuhan dengan sorak sorai sebagai bentuk ucapan syukur kepada Allah yang telah menyelamatkan hidupnya. Ia mau menyenangkan hati Tuhan dengan selalu menyanyi dan bermazmur bagi-Nya.

Refleksi
Ambillah secarik kertas dan tuliskanlah apa saja kebaikan yang Tuhan lakukan dalam saudara selama dua hari terakhir, mulai dari saudara bangun pagi hingga tidur malam. Perhatikanlah betapa banyak yang sudah Tuhan beri untuk kita. Renungkanlah: bagaimana sikap yang saudara lakukan ketika mendapatkan pertolongan dari Tuhan? Bersyukur atau masih tetap mengeluh tidak puas dengan apa yang terjadi dalam hidup saudara?

Tekadku
Tuhan, ampunilah bila selama ini aku kurang bersyukur atas apa yang terjadi dalam hidupku. Ajarku untuk mengingat kembali kasih-Mu di hidupku dan belajar mempersembahkan yang terbaik hanya kepada-Mu.

Tindakanku
Sebagai ungkapan syukurku kepada Tuhan atas segala pertolongan-Nya, aku akan lebih giat lagi di dalam melayani Tuhan:…….. (sebutkan bagian pelayanan yang hendak saudara lakukan, misal: pendoa, PNJ, pemusik, kolektan, anggota paduan suara, dan sebagainya)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«