suplemenGKI.com

Kamis, 14 Juli 2016

13/07/2016

Kolose 1:21-23

KEUTAMAAN KRISTUS DALAM HIDUP KITA

PENGANTAR
Selain nampak di alam semesta, keutamaan Kristus juga nampak dari karya-Nya di dalam hidup kita. Wujudnya adalah perubahan di dalam hati, pikiran, dan perilaku kita. Karya Kristus melampaui segala bentuk kekuatan yang selama ini telah membuat hidup kita jauh dari Allah. Memang, masih ada banyak hal yang dapat menggoda atau bahkan “memaksa” kita untuk menjauhkan diri dari Allah. Namun, di dalam Kristus, kita mempunyai kekuatan untuk menghadapi semua itu.

PEMAHAMAN

Ay. 21-22   Apa hubungan antara hati, pikiran dan perbuatan kita? Apa hubungannya dengan sikap kita terhadap Allah? Apa yang dilakukan Kristus bagi kita? Apa tujuannya?

Ay. 23          Apa artinya “pengharapan Injil”? Mengapa kita perlu memeliharanya? Bagaimana caranya?

Perbuatan kita mencerminkan apa yang ada di dalam hati dan pikiran kita. Perbuatan yang jahat, yang bertentangan dengan kehendak Allah, mencerminkan hati dan pikiran yang bermusuhan dengan Allah. Kondisi seperti itulah yang terjadi pada orang-orang yang hidup jauh dari Allah.

Kita semua pernah hidup jauh dari Allah. Hati dan pikiran kita dipenuhi oleh pemberontakan terhadap Allah. Kita melakukan berbagai hal yang bertentangan dengan kehendak Allah. Syukurlah, dalam keadaan kita yang sedemikian, Kristus memperdamaikan kita dengan Allah: memulihkan hubungan kita dengan Allah, mengubah hati dan pikiran kita, sehingga perilaku kita pun berubah. Tujuan karya Kristus bagi kehidupan kita secara pribadi sangatlah jelas, yaitu menempatkan kita kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya. Inilah yang dimaksudkan Paulus dengan “pengharapan Injil” (ay. 23).

Agar tujuan karya Kristus itu terwujud dalam hidup kita, kita harus memelihara pengharapan Injil di dalam hati dan pikiran kita. Ini tidak mudah karena ada banyak hal yang dapat mengalihkan perhatian kita dari pengharapan Injil: kesulitan hidup, kebiasaan buruk, dan sebagainya. Semua itu tidak dapat sepenuhnya kita hindari. Karena itu, Paulus mendorong kita bertekun dalam iman. Artinya, kita tidak boleh cepat menyerah menghadapi semua itu.

REFLEKSI
Hal apa sajakah yang selama ini masih mengganggu hubungan Anda dengan Allah? Apakah Anda telah berusaha menghadapinya dengan sungguh-sungguh?

TEKADKU
Tuhan, tolonglah aku agar tidak menyerah menghadapi kesulitan hidup dan kebiasaan buruk yang masih sering mengganggu hubunganku dengan-Mu.

TINDAKANKU
Aku akan menemui seseorang yang dapat aku percaya untuk membicarakan berbagai hal (kesulitan hidup atau kebiasaan buruk) yang masih sering menghambat pertumbuhan imanku. Aku akan meminta nasihat darinya dan meminta dia mendoakan aku.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«