suplemenGKI.com

“Lalang dan Gandum”

Pertanyaan Penuntun Pemahaman Alkitab

  1. Siapa yang dimaksud dengan lalang dan gandum?
  2. Ayat 28-30: Mengapa Sang Tuan melarang para hambanya untuk mencabut lalang dan gandum pada saat keduanya mulai berbulir?
  3. Ayat 30, 40-43: Apa yang akan Sang Tuan lakukan nantinya pada waktu musim menuai? Apakah benar-benar ada pembedaan akhir yang Tuhan tentukan bagi orang benar dan yang tidak?
  4. Pesan apa yang ingin Tuhan sampaikan kepada Anda mengenai kedatanganNya kedua kali nanti melalui perumpamaan ini? Bacalah juga 1 Petrus 3:9.

Renungan
Gandum adalah anak-anak Allah atau anak-anak Kerajaan dan lalang adalah anak-anak si jahat. Dalam perumpamaan ini, lalang dan gandum tidak mungkin dicabut pada waktu gandum mulai berbulir, sebab akar gandum dan lalang saling terjalin satu dengan yang lain sehingga bila lalang dicabut maka gandum akan tercabut juga. Karena itu Sang Tuan menegaskan bahwa akan ada waktu tersendiri untuk melakukan hal tersebut, yaitu pada musim menuai yang kemudian dijelaskan sendiri oleh Tuhan Yesus di ayat 39 bahwa waktu yang dimaksud adalah pada akhir zaman atau pada waktu kedatanganNya yang kedua kali. Pada waktu itulah akan ditentukan akhir dari hidup lalang dan gandum. Lalang akan dibakar dalam api atau neraka, sedang gandum akan dimasukkan dalam lumbung Sang Tuan atau dalam kerajaan Surga.
Perumpamaan ini adalah perumpamaan dimana Yesus sedang mengajarkan tentang penghakiman yang akan tiba pada kedatanganNya nanti. Penghakiman itu belum sepenuhnya dilakukan sekarang. Penundaan pencabutan lalang dan gandum hingga musim menuai dapat dilihat sebagai sebuah kesempatan yang Tuhan berikan untuk kita masing-masing pribadi untuk membuktikan kualitas diri yang sebenarnya. Tuhan tidak menciptakan manusia baik, dan Iblis menciptakan manusia jahat. Semua manusia adalah ciptaan Tuhan, sama seperti ladang itu adalah milik Sang Tuan, yaitu Tuhan Yesus sendiri. Orang-orang jahat adalah orang-orang yang telah dirusak oleh Iblis dan digunakannya untuk mempengaruhi umat Allah yang telah dilahirkan kembali. Tidak menjadi masalah di mana manusia tinggal di dunia ini, yang terpenting adalah dimana pun ia hidup, dia harus bisa membuktikan jati dirinya yang sesungguhnya. Kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya bisa dipastikan kebenarannya, sama halnya dengan kepastian akan penghakiman itu sendiri. Yang belum pasti adalah kapan waktu kedatanganNya. Karena itulah, setiap waktu yang Tuhan berikan dan juga melalui berbagai peristiwa yang kita alami dalam hidup ini selalu menjadi sebuah kesempatan berharga bagi kita untuk menunjukkan jati diri kita sebelum akhir yang telah Tuhan tentukan itu tiba.

“Tuhan tidak lalai menepati janjiNya, sekalipun ada orang yang menganggapnya sebagai kelalaian, tetapi Ia sabar terhadap kamu, karena Ia menghendaki supaya jangan ada orang yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat.” – 1 Petrus 3:9 -

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

2 Comments for this entry

  • Salam dalam cinta kasih Yesus Kristus karena ada santapan rohani yang setiap saat kita renungkan dan memberikan inspirasi serta motifasi baru bagi kita merefleksi diri untuk mengikuti apa yang Tuhan kehendaki untuk lakukan dalam pergumulan hidup setiap hari agar membentuk spritualitas sebagai anak-anak Tuhan

  • Sebagai anak-anak Tuhan kita diberi tugas tanggung jawab bagi kita yaitu sehati sepikir, bersaksi dan melayani sesuai panggilan Tuhan bagi setiap orang .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*