suplemenGKI.com

I Samuel 3:1-20

BERTANGGUNGJAWAB ATAS PANGGILAN & PENGUTUSAN

 

Pengantar
Salah seorang calon mahasiswa sekolah Teologi pernah bercerita pengalamannya ketika mengikuti ujian masuk salah satu sekolah Teologi. Dalam proses wawancara, ia ditanya alasan mengapa memilih untuk belajar teologi. Calon mahasiswa menjawab bahwa dia terpanggil untuk menjadi seorang Pendeta. Namun jawaban dari pewancara cukup mengejutkan sang calon mahasiswa. Pewancara bertanya: “Mana surat panggilannya ?”. Pertanyaan pewancara saat ujian masuk terus diingat oleh si calon mahasiwa. Hingga suatu saat calon mahasiswa tersebut menyadari bahwa “panggilan” terhadap seseorang menyangkut tanggungjawab pengutusan. Hal itu tentu bukanlah hal yang main-main.

Pemahaman

Ayat 1 – 10            Apa yang dialami Samuel saat tertidur di dalam bait Suci ?

Ayat 11-20            Tanggungjawab apakah yang dipercayakan Allah kepada Samuel ?

Samuel masih berusia muda dan belum mengenal Allah saat masih berada dalam pengawasan Eli. Suatu ketika saat Samuel tidur di bait suci, Allah menyapa Samuel berulang kali. Sapaan ini tentu terkait dengan panggilan Samuel untuk mengabdikan hidupnya bagi Allah. Samuel menerima tanggungjawab yang besar itu dengan keteguhan iman. Meski Samuel belum mengenal Allah, namun dengan iman Samuel menerima tanggungjawab yang dipercayakan kepadanya. Meski tugas itu berkaitan dengan keluarga Eli, Samuel tetap taat.

Meski Samuel masih muda namun ia telah menerima panggilannya sebagai kepanjangan lidah Allah. Samuel tetap setia mengerjakan tugas dan tanggungjawabnya. Allah juga terus menyertai Samuel. Firman Allah yang disampaikan Samuel mendapat perhatian dari banyak orang diberbagai tempat.

Panggilan dan pengutusan selalu diidentikkan dengan pelayanan tertentu di gereja. Padahal sesungguhnya jauh lebih luas. Panggilan dan pengutusan juga menyangkut kehidupan umat selaku orang-orang yang telah diselamatkan. Umat telah dipilih oleh Allah untuk menerima anugerah keselamatan dan umat juga diutus oleh Allah untuk memberitakan keselamatan itu kepada seluruh ciptaan.

Persoalannya adalah sudahkah umat menyadari panggilan dan pengutusan itu ? Apakah tugas itu telah dikerjakan dengan sungguh-sungguh sama seperti Samuel yang masih muda mengerjakan tugas dan tanggungjawab yang ipercayakan Allah kepadanya ?

Melalui panggilan dan pengutusan Samuel, umat diajak untuk melihat kembali dalam kehidupannya,  sudahkah tugas dan tanggungjawab yang Tuhan percayakan telah dikerjakan ? Ataukah tugas dan tanggungjawab itu justru diabaikan.

Refleksi
Setiap orang telah dipercayakan tugas dan tanggungjawab dari Allah. Tugas dan tanggungjawab sebagai orang-orang yang telah menerima anugerah keselamatan. Samuel secara tidak langsung telah mengajarkan bahwa tanggungjawab panggilan dan pengutusan itu tidak berhubungan dengan usia atau keadaan seseorang, tetapi lebih pada komitmen kepada Allah.

Tekadku
Ya Allah mampukan kami mengerjakan tugas dan tanggungjawab yang telah Engkau percayakan kepada kami. Jangan biarkan kami mengabaikan tugas panggilan dan pengutusan kami. Perlengkapi kami untuk dapat mengerjakan tugas yang Engkau percayakan dengan baik dan penuh tanggungjawab.

Tindakanku
Melibatkan diri secara aktif dalam persekutuan dan pelayanan di gereja. Terlibat aktif sebagai anggota masyarakat. Mengerjakan dengan sungguh-sungguh tugas dan tanggungjawab sebagai suami, istri, anak, orangtua dalam keluarga

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«