suplemenGKI.com

Hati-hati dengan Proses Menjadi Jahat

Pemazmur telah mengalami kejahatan orang congkak dan melalui mazmur yang ditulisnya, ia merenung-renungkan mengapa dan bagaimana seseorang dapat melakukan kejahatan dan menjadi sedemikian kejam terhadap orang lain. Mengikuti perenungan pemazmur, kita pun akan merenungkan hal yang sama dengan tujuan agar kita tidak terjebak mengikuti jalan hidup orang-orang yang jahat, congkak, kejam terhadap sesamanya.

  1. Apa saja yang terjadi pada diri orang fasik yang diceritakan pemazmur di ayat 2-5?
  2. Berdasarkan penjelasan ayat demi ayat, coba Anda simpulkan bagaimana seseorang akhirnya hidup dengan kejahatan?
  3. Ayat 1 mengungkapkan dasar/penyebab utama dari berbagai penyebab lain seseorang menjadi jahat terhadap sesamanya, faktor apakah itu?
  4. Sekarang cobalah Anda membaca ayat-ayat 1-5 dengan kalimat positif: apa yang harus Anda lakukan agar Anda tidak terjebak dalam kejahatan terhadap orang lain?

Renungan

Seringkali ketika kita menyaksikan berita di televisi atau membaca berita di koran tentang kriminalitas, ketika diwawancara, biasa terdengar jawaban, “Saya khilaf!”, “Saya tidak sadar, tidak sengaja melakukannya,” atau juga “Saya tidak tahu, semua terjadi dengan tiba-tiba.”  Jawaban-jawaban yang terlontar sedikit banyak kemudian mempengaruhi cara orang berpikir tentang bagaimana seseorang dapat menjadi jahat dan melakukan kejahatan. Faktor ketidaksengajaan, di luar kendali, tidak sadar, dll membuat orang akhirnya akan sedikit bertoleransi dengan apa yang sudah dilakukannya. Minimal mengurangi rasa bersalah pada dirinya dan pertanggungjawaban pada orang lain.

Padahal ketika ditelusuri, sebenarnya seseorang tidak menjadi jahat seketika, tetapi ada proses yang disadari atau tidak, disengaja atau tidak dibiarkan terjadi dalam dirinya. Mulai dari membiarkan pikiran jahat menguasainya, bahkan merancangnya dalam tidurnya, berhenti berlaku bijaksana, berhenti berbuat baik, dan membiarkan dirinya ada di jalan yang tidak baik. Sudah jelas tahu itu jahat tetapi tidak ditolak atau dijauhinya.

Dan pemazmur mengungkapkan penyebab utama mengapa orang berlaku jahat adalah karena ia tidak lagi takut akan Tuhan. Ketika orang tidak lagi takut akan Tuhan, maka ia akan berani melakukan segala sesuatu, termasuk yang jahat di hadapan Tuhan. Karena itu kita pun harus berhati-hati, menjaga diri sendiri agar tidak jatuh dalam kejahatan seperti orang fasik. Bermula dengan cara tetap menjaga hubungan kita dengan Tuhan dalam doa dan pembacaan Alkitab, sehingga kita tetap menjadi orang yang takut akan Tuhan.  Memiliki kepekaan bila ada pikiran jahat yang mencoba mempengaruhi kita. Dan tidak membiarkan diri mencoba untuk ‘melatih’ dengan kejahatan yang ‘kecil-kecil’.  Sebab ketika kita membiarkan diri melakukan kejahatan yang kecil, itu berarti kita dengan sengaja membiarkan diri sendiri ada dalam proses untuk menjadi jahat.

Ketika manusia tidak lagi takut akan Tuhan, ia akan berani melakukan apa saja, bahkan yang paling menakutkan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*