suplemenGKI.com

Berpegang Teguh Pada Ajaran Kristus

1 Kor 15:12-20

 

Pengantar
Saat itu sulit bagi jemaat Korintus untuk mempercayai doktrin tentang kebangkitan orang mati di akhir zaman. Keraguan mereka muncul karena dua hal. Pertama, jemaat Korintus terdiri juga dari orang Yahudi. Dalam Yudaisme, pemahaman tentang kebangkitan orang mati pun berbeda-beda. Kedua, adanya pemahaman dualisme platonik yang tumbuh di kalangan Yunani yang memandang tubuh dan jiwa sebagai dua hal yang berbeda. Tubuh itu buruk dan jiwa itu baik. Dua hal Inilah yang menjadi sumber keraguan mereka tentang ajaran Kekristenan yang mengatakan adanya kebangkitan orang mati. Tujuan utama penulisan 1 Korintus 15 ini ialah agar orang-orang Kristen di Korintus tahu bahwa kepercayaan akan kebangkitan – baik kebangkitan Kristus maupun kebangkitan orang percaya di akhir zaman nanti – merupakan dasar iman orang Kristen. Ajaran-ajaran dan pemahaman luar tak boleh membuat iman Kristen goyah.

Pemahaman 

  • Ayat 12-15: Apa respons Paulus terhadap pemikiran jemaat Korintus yang mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan orang mati?
  • Ayat 16-19: Apa saja 4 urutan logis yang disampaikan oleh Paulus jika tidak ada kebangkitan orang mati?
  • Ayat 20: Apa kebenaran yang harus dipegang oleh jemaat di Korintus?

Merespons isu tentang keraguan jemaat Korintus akan kebangkitan orang mati, Paulus memberikan pertanyaan yang sangatlah logis dalam ayat 12. Jika jemaat Korintus percaya tentang kebangkitan Kristus, mana mungkin mereka tidak percaya adanya kebangkitan orang mati? Sebab jika tidak ada kebangkitan orang mati, maka Kristus pun tidak mungkin dibangkitkan (ay.13).

Dalam ayat 16-19 Paulus menyampaikan 4 urutan logis jika orang mati tidak dibangkitkan. Pertama, jika tidak ada kebangkitan orang mati maka Kristus juga tidak dibangkitkan (ay.16). Kedua, jika Kristus tidak dibangkitkan maka sia-sialah kepercayaan kita dan kita masih hidup dalam dosa (ay.17). Ketiga, jika Kristus tidak dibangkitkan, maka binasalah orang-orang yang mati di dalam Kristus (ay.18). Terakhir, jika tidak ada kebangkitan di akhir zaman, maka kita hanya bisa mendapatkan keuntungan dari Iman kita sewaktu kita hidup saja, sebab tidak ada kehidupan dan keuntungan yang dapat diraih di masa depan. Paulus mengatakan jika demikian maka kita menjadi orang yang paling malang (ay.19). Setelah mencoba menjelaskan garis besar konsekuensi jika tidak ada kebangkitan orang mati (ay.13-19), Paulus memberi kesimpulan tentang apa yang benar yang harusnya menjadi pegangan dan dasar iman mereka (ay.20). Paulus mengatakan bahwa yang benar ialah Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Antara kebangkitan Kristus dan kebangkitan orang yang beriman terikat erat.

Melalui ini kita dapat belajar jangan sampai pemahaman-pemahaman di luar Kekristenan membuat kita ragu pada iman kepercayaan kita akan kebangkitan seperti yang dialami oleh jemaat Korintus saat itu. Kita harus belajar untuk memegang teguh iman yang kita miliki dan selalu kritis dalam menerima segala sesuatu.  Di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, jangan sampai kita mudah termakan informasi yang tidak benar dan menggoyahkan iman kita sebagai orang-orang Kristen.

Refleksi
Ketika ada seorang pakar yang mempublikasi temuan ilmiahnya bahwa  Kristus tidak bangkit sebab telah ditemukan makamnya yang utuh, bagaimanakah respons anda? Apakah anda meragukan kebangkitan Kristus? Apakah anda masih yakin bahwa kelak mengalami kebangkitan dari kematian? Pernahkah anda meragukan kebenaran  ajaran iman Kristen?  

Tekadku
Tuhan, tolonglah aku untuk menjadi anak-Mu yang kritis dalam menerima segala informasi dan pengajaran agar aku tidak tersesat dan meragukan ajaran-ajaran-Mu yang menjadi dasar dari imanku. 

Tindakanku
Aku akan semakin berpegangteguh pada Firman Tuhan agar imanku tak mudah goyah

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«