suplemenGKI.com

Matius 6:1-6

HAL MEMBERI SEDEKAH

 

Pengantar

hidup keagamaan itu meliputi sikap dan perilaku kita, baik kepada Tuhan maupun kepada sesama. Dalam bahasa yang lebih umum, hal ini disebut etika. Karena itulah ajaran-ajaran Yesus dalam bagian ini dikenal sebagai etika Kerajaan Allah. Bacaan hari ini membahas salah satu bagian dari etika Kerajaan Allah itu, yaitu tentang memberi sedekah.

Pemahaman

  1. Ayat 1: Motivasi apa yang tidak boleh ada dalam melakukan kewajiban agama?
  2. Ayat 2: Bagaimana cara orang-orang munafik memamerkan sedekahnya? Mengapa Tuhan mengatakan bahwa mereka sudah mendapatkan upahnya? Upah apa yang mereka peroleh?
  3. Ayat 3-4: Bagaimanakah sikap yang benar dalam memberi sedekah? Apa yang akan didapatkan oleh mereka yang memberi sedekah dengan cara yang benar?

Memberi sedekah adalah salah satu bentuk kesalehan yang sering dipamerkan. Pemberian yang kasat mata, baik berupa uang atau benda, cukup ampuh untuk menarik perhatian dan mengalirkan rasa hormat, baik dari orang yang menerima pemberian maupun dari siapa saja yang melihatnya. Pemberian yang dipamerkan memang dapat meningkatkan pamor. Tapi hanya sampai di situ saja upahnya. Upah yang sesungguhnya dari Tuhan tidak mereka peroleh, karena Tuhan tidak berkenan kepada pemberian yang bertujuan meningkatkan pamor.

Refleksi

Refleksikanlah teguran dan tuntunan Tuhan tentang memberi sedekah untuk masyarakat masa kini.  Dalam perenungan dan kajian Anda, bagaimana cara orang-orang Kristen masa kini melakukan kesalahan yang sama dengan orang-orang di zaman Tuhan Yesus pada waktu lampau? Mohonlah tuntunan Tuhan untuk menjaga hati, memiliki ketulusan dalam memberi.

Tekadku

Allah Bapa penilik hati manusia yang terdalam, Engkau yang menyelidiki setiap motivasi dan harapan dibalik sedekah dan semua pemberian yang umatMu lakukan. Tolonglah hambamu ini untuk tulus memberi, tanpa berharap untuk kembali kepadaku, melainkan segala kemuliaan kembali diberikan hanya untuk Engkau.

Tindakanku

Dalam seminggu ini, cobalah melakukan firman Tuhan ini, yaitu memberi tanpa pamer. Tanpa diketahui siapapun, bahkan oleh orang yang menerima pemberian Anda. Itu berarti bahwa Anda tidak akan beroleh ucapan terima kasih dari orang yang telah menerima kebaikan Anda.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«