suplemenGKI.com

Kamis, 14 April 2016

13/04/2016

Utuslah  Aku

 

Yesaya 6:1-8

 

Pengantar
Berada dalam kondisi yang baik dan nyaman merupakan idaman setiap manusia yang tinggal dalam dunia ini. Namun bagaimanakah kalau kondisi dalam negara dan pemerintahannya tidak baik? Apa yang akan kita rasakan? Nabi Yesaya berada dalam negara dan pemerintahan yang tidak baik, bagaimana dia dapat bertahan hidup?

Pemahaman

Ay 1-2, Apa yang dilihat nabi Yesaya dalam Bait Suci?

Ay 3-4, Apa yang dikatakan para malaikat dan apa dampaknya?

Ay 5, Apa yang dirasakan oleh nabi Yesaya dalam kejadian tersebut?

Ay 6-7, Apa yang dilakukan oleh malaikat tersebut pada nabi Yesaya?

Ay 8, Apa yang Tuhan katakan kepada nabi Yesaya dan apa reaksinya?

Kalau kita baca pada kitab Yesaya pasal-pasal awal kita menjumpai keadaan bangsa Israel yang berbuat jahat di mata Tuhan, mereka berbuat jahat dengan merugikan rakyatnya. Penindasan, persekongkolan, perampasan dan pencurian terjadi di mana-mana.

Bahkan yang lebih parah terjadi yaitu mereka melakukan penyembahan berhala dan tetap beribadah kepada Tuhan, maka Tuhan menolak persembahan yang demikian karena ini bagi Tuhan adalah kekejian.

Para pemimpin bangsa hidup dalam kesombongan, mereka juga mengunakan tenung dan sihir untuk mencari kesenangan pribadi. Mengapa hal ini bisa terjadi? Ini juga disebabkan raja Uzia yang menjadi sombong ketika pasukanan perangnya menjadi semakin kuat. Bahkan raja Uzia meremehkan kekudusan Tuhan dgn menggantikan imam Azarya dan memimpin pembakaran ukupan. Saat itu juga raja Uzia kena kusta, bahkan sampai matinya ia menderita kusta.

Dalam situasi yang serba jahat dan kehidupan rohani yang tidak baik, maka Tuhan memanggil Yesaya. Tuhan datang dengan para serafimNya menjumpai Yesaya dalam Bait SuciNya.

Tuhan mengutus nabi Yesaya untuk mengingatkan bangsa Israel akan dosa-dosanya dan berharap kembali kepada jalan yang benar. Yesaya menanggapi panggilan tersebut dengan baik dan bersedia diutus menjadi kepanjangan tangan bagi Tuhan kepada bangsa Israel.

Refleksi
Renungkanlah sejenak: Bagaimanakah keadaan negara dan pemimpin bangsa ini? Apakah mereka sudah melakukan yang baik dan benar?

Tekadku
Ya Tuhan sering kali kami hanya menjadi penonton dalam melihat keadaan bangsa kami. Utuslah kami menjadi pemain yang mampu memberikan warna yang indah bagi bangsa ini.

Tindakanku
Hari ini saya memikirkan dan mencoba kegiatan yang lebih luas dan lebih berdampak yang baik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«