suplemenGKI.com

Mazmur  116:12-19.

 

“Bisakah Membalas Kebaikan Tuhan?”

Pengantar:
Pernahkah kita merenungkan tentang kebaikan Tuhan dalam hidup kita, jika pernah pasti kita akan berkata “tak terbilang banyaknya kebaikan Tuhan dalam hidupku” Itulah yang hendak disampaikan oleh pemazmur, ketika ia berkata “Bagaimana akan kubalas kepada Tuhan segala kebajikan-Nya kepadaku?” Sesungguhnya apa yang telah diperbuat oleh Tuhan dalam hidup kita tidak akan pernah bisa kita menggantikannya atau membalasnya. Tetapi firman Tuhan hari ini ingin mengarahkan kita untuk tahu mengucap syukur dan menyadari betapa besar perbuatan Tuhan dalam kehidupan kita. Kita tidak bisa membalas kebaikan Tuhan, tetapi kita bisa mensyukurinya dalam hidup kita. Dalam bacaan hari ini kita akan belajar bagaimana bersyukur atas kebaikan Tuhan dalam hidup kita.

Pemahaman:

  1. Apakah yang hendak ditekankan oleh pemazmur dalam ayat 12-14?
  2. Apakah makna pengakuan pemazmur dalam ayat 16?
  3. Apakah yang hendak ditekankan pemazmur dalam ayat 17-19?

Pemazmur menyadari betapa besar kebaikan dan kasih Tuhan baginya, sehingga tidaklah mungkin dapat dihitung atau diukur dengan apapun yang bisa dilakukannya sebagai manusia yang lemah. Kebaikan Tuhan yang begitu nyata bagi pemazmur adalah keselamatan kekal yang telah diterimanya melalui kasih dan pembelaan Tuhan atasnya, khususnya ketika pemazmur menghayati bahwa Tuhanlah yang telah meluputkannya dari maut (renungan kemarin) Maka hal yang harus dilakukannya adalah “mengangkat piala keselamatan” Ungkapan mengangkat piala keselamatan adalah hendak menjelaskan bahwa keselamatan yang telah diterimanya dari Tuhan itu akan diberitakan, disiarkan dan disaksikannya kepada seluruh umat Tuhan yang lain (v. 14) Itulah sebabnya pemazmur dengan mantap mengaku dan berkomitmen bahwa dirinya adalah hamba Tuhan (v. 16) Ungkapan “Ya Tuhan, aku hamba-Mu” bukan sekedar sebagai sebutan belaka tetapi merupakan sebuah nazar untuk mempersembahkan diri dan hidupnya untuk menyaksikan keselamatan dari Tuhan itu kepada umat Tuhan yang lain. Mempersembahkan korban syukur kepada Tuhan dan menyerukan nama Tuhan bagi pemazmur adalah merupakan nazar atau janjinya yang didorong oleh rasa kasihnya kepada Tuhan. Pemazmur berketetapan bahwa melalui seruannya, kesaksiannya ia mengungkapkan kasihnya kepada Tuhan yang telah begitu baik kepadanya.

Refleksi:
Mari kita merenung sejenak. Pernahkah saudara berpikir dengan apakah saudara hendak membalas kebaikan Tuhan dalam hidup saudara?

Tekad:
Ya Tuhan, sesungguhnya apapun yang dapat saya lakukan, itu tidak akan cukup untuk membalas kebaikan-Mu dalam hidup saya, yang bisa saya lakukan adalah mempersembahkan hidup menjadi alat kesaksian bagi Tuhan.

Tindakan:
Belajar melayani Tuhan dengan lebih baik dan lebih baik lagi selama masih dipercayakan untuk melayani Tuhan.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*