suplemenGKI.com

Mazmur 119:4-8

 

Tekad Untuk Hidup Berpegang Pada Titah-Titah Tuhan

 

Pengantar:
Tekad adalah sebuah komitmen seseorang  yang diungkapkan dengan suatu kesadaran bahwa apa yang akan dilakukan berdasarkan tekadnya merupakan janji yang harus diwujudkan dalam suatu tindakan nyata. Misalnya seseorang bertekad untuk hidup dalam kekudusan, maka ia harus mewujudkannya dalam tindakan menjauhkan diri segala hal yang bisa bersifat tidak kudus, baik dalam perbuatan, perkataan maupun pikiran.

Pemahaman:

  1. Dari bacaan Mazmur 119:4-8, apa yang menjadi dasar bagi pemazmur untuk bertekad hidup berpegang pada titah-2 Tuhan?
  2. Apa yang menjadi keyakinan pemazmur sehingga ia bertekad untuk hidup berpegang pada titah-2 Tuhan?

 Kalau dalam tiga ayat pertama Mazmur 119 ini, yang menjadi subjek pembahasannya

adalah unsur manusia, yaitu sipemazmur. Namun dalam lima ayat selanjutnya pemazmur beralih pada Tuhan sebagai subjek. Cukup jelas dari ungkapan pemazmur bahwa Tuhan menghendaki umat-Nya untuk berpegang pada titah-titah, peraturan-peraturan-Nya dengan sungguh-sungguh. Berpegang pada titah-titah Tuhan berarti memberi diri menjalani hidup yang tunduk pada firman Tuhan, kemudian akan menghasilkan kesadaran bahwa sebagai umat Tuhan, maka harus hidup dalam ketaatan pada firman Tuhan.

            Pemazmur menyatakan bahwa dengan hidup yang taat dan menurut pada titah-titah Tuhan, maka itu akan mengantarnya pada suatu ucapan syukur, karena dia akan terbebas dari suatu dakwaan yang membuatnya bisa merasa malu oleh persoalan dan bahkan lawan-lawannya. Artinya, pertama: ketika hidup ini dijalani dengan taat pada perintah Tuhan, maka sekalipun ada persoalan, pencemooh dan penindasan tetapi ada jaminan kekuatan dan pertolongan Tuhan yang dialami oleh pemazmur. Kedua: Pemazmur semakin menyadari akan keberadaan dirinya yang berdosa di hadapan Tuhan, sehingga dari kesadaran itu ia akan terus bertekad mentaati titah-titah Tuhan agar tidak lagi terjerumus dalam dosa yang memalukan.

            Keyakinan pemazmur dalam bertekad mentaati titah-titah Tuhan adalah di dalam pertolongan Tuhan sendiri. Ungkapan “janganlah tinggalkan aku” di ayat 8 merupakan sebuah sikap kebersandaran penuh kepada pertolongan Tuhan di dalam mentaati titah-titah Tuhan. Kita tidak akan mampu untuk mentaati titah-titah Tuhan dengan kekuatan sendiri, hanya dengan pertolongan Tuhan saja kita akan mampu mentaati firman Tuhan.              

Refleksi:
Sejauh mana kita mau bertekad melakukan titah-titah Tuhan dalam hidup kita? Pemazmur bertekad dengan sepenuh hati dan kekuatannya, marilah kita belajar dari pemazmur.

Tekad:
Tuhan, saya menyadari bahwa selama ini belum sungguh-sungguh bertekad mentaati titah-titah-Mu. mampukan saya untuk bertekad mentaati firman-Mu ya Tuhan.

Tindakan:
Mulai hari ini saya akan menjauhi segala hal yang bersifat dosa, sebagai wujud tekad mentaati titah-titah Tuhan dalam hidup saya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*