suplemenGKI.com

MAZMUR 121:3-8

TUHAN SETIA MENJAGA UMATNYA

 

Pengantar

 

Suatu malam, kereta api yang sedang melewati persimpangan menabrak sebuah mobil. Sang penjaga palang pintu kereta dihadapkan ke pengadilan.

Di pengadilan, sang penjaga palang ngotot mengatakan bahwa dia sudah memperingatkan mobil itu dengan mengayun-ayunkan lampu senter ke arah mobil itu berkali-kali selama hampir satu menit. Bahkan di depan sidang, dia berdiri memperagakan bagaimana lampu senter itu diayun-ayunkannya.

Akhirnya dia dibebaskan dari hukuman. Pengacaranya segera memujinya karena peragaannya di depan sidang itu meyakinkan hakim bahwa dia sudah bertindak benar.

Uiiihhh …, padahal saya sudah deg-degan setengah mati waktu disidang tadi,” kata sang penjaga palang.

“Mengapa?” tanya si pengacara

“Untung saja waktu itu Hakim tidak bertanya apa lampu senternya sudah dihidupkan atau belum …!” jawab si penjaga palang agak sedikit gemetar.

 

Cerita ilustrasi tadi menggambarkan watak manusia yang tidak pernah bisa diandalkan. Manusia ceroboh dan seringkali mengabaikan nilai-nilai yang telah ditentukan. Itulah mengapa hidup manusia sangat rapuh.

 

Pemahaman

 

Ayat 3-4               Mengapa Allah tidak akan membiarkan kaki umat-Nya goyah?

Ayat 5-6               Apakah yang akan terjadi jika Tuhan menjaga umat-Nya ?

Ayat 7-8               Apakah janji Tuhan kepada umat ?

 

Pemazmur dalam nyanyiannya menggambarkan Allah seperti seorang gembala yang dengan setia menjaga domba-dombanya. Allah tidak akan pernah meninggalkan umat yang dikasihi-Nya. Allah akan terus menyertai umat dalam perjalanan hidup yang penuh tantangan dan bahaya (ayat 3-4).

Pemazmur juga menegaskan bahwa Allah adalah penjaga umat-Nya. Allah akan menjaga umat dari segala kecelakaan dan juga hal-hal jahat (ayat 5-6).

Janji berkat dari Allah kepada umat-Nya bahwa Allah akan selalu melindungi umat (ayat 7-8). Janji berkat mengakhiri nyanyian pemazmur sekaligus untuk menegaskan kepada umat bahwa Allah adalah Allah yang setia dan peduli kepada umat-Nya. Allah akan terus mengiringi langkah perjalanan umat mengarungi kehidupan.

Nyanyian pemazmur menghadirkan ketentraman bagi para peziarah pada masa itu. Nyanyian ini sangat menguatkan disaat kekuatiran dan rasa takut muncul. Nyanyian ini hendak memperkuat kepercayaan umat kepada Allah sekaligus mengarahkan umat untuk selalu berserah kepada Allah.

 

Refleksiku

Sudahkah hidup kami dipimpin oleh Allah? Sudahkah kami sepenuhnya menyerahkan perjalanan kehidupan kami kepada Allah?

 

Tekadku
Ya Allah ajar kami untuk bersandar kepada-Mu. Tuntun dan tolong kami menjalani hidup yang penuh tantangan.

Tindakanku
Belajar menyerahkan hidup dan berbagai rencana kehidupan kepada Allah setiap hari

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«