suplemenGKI.com

Hakim-hakim 4:1-10

TUHAN MEMPERLENGKAPI ORANG YANG DIUTUSNYA”

PENGANTAR

Tuhan akan menolong bangsa Israel terbebas dari penindasan bangsa Kanaan. Maka Tuhan mengutus Debora untuk mewujudkan rencanaNya. Kalau dalam perikop sebelumnya Tuhan mengutus Ehud, seorang yang kidal, untuk membebaskan bangsa Israel dari penindasan bangsa Moab, sekarang Tuhan mengutus seorang perempuan, kaum yang dipandang rendah oleh bangsa Israel waktu itu, dalam kondisi bangsa yang tertekan oleh penindasan penjajah.

PEMAHAMAN

  1. Ayat 4-6a: Bagaimanakah Debora melakukan perannya sebagai hakim bagi Israel?
  2. Ayat 6b: Apakah rahasia keberhasilannya?

Debora adalah seorang hakim perempuan yang sangat dihormati dan disegani oleh bangsa Israel. Kredibilitasnya sebagai seorang hakim yang adil,bijaksana dan memiliki integritas tidak diragukan lagi. Hal ini terlihat dari sikap bangsa Israel terhadapnya. Mereka datang kepada Debora untuk mencari keadilan dan mendapatkan solusi.  Perkataan Debora mereka patuhi (ayat 4-6a). Kehadirannya sebagai seorang pemimpin memberi rasa tenang dan percaya diri bagi orang-orang yang ada di sekitarnya. Keberadaan Debora dirasakan sebagai jaminan bahwapenyertaan Tuhan sungguhada. Maka tidakheran jika Barak minta ditemaninya dan mengabaikan harga dirinya sebagai seorang laki-laki,bahkan rela menyerahkan kehormatannya kepada seorang perempuan (ayat 9).

Apakah yang membuat Debora menjadi seorang perempuan yang demikian berpengaruh? Kita bisa mendapatkan jawabannya di ayat 6, yaitu Debora berkata kepada Barak:”Bukankah Tuhan, Allah Israel, memerintahkan demikian…”. Dari perkataanya tampak Debora sangat berdedikasi  terhadap titah Tuhan. Ini dilandasi oleh kesadarannya, bahwa Tuhan adalah Allah Israel. Iman dan percayanya terhadap Allahnya membuatnya bersandar sepenuhnya kepada pimpinanNya. Inilah rahasia kesuksesan Debora. Ketika Tuhan mengutusnya menjadi hakim bagi bangsa Israel, Tuhan terus memberikannya kemampuan untuk melakukan tugasnya dengan baik.

Belajar dari Debora, kita sekali lagi melihat bahwa jika Tuhan mengutus seseorang untuk melakukan suatu karya, seberat apapun tantangannya dan sebesar apapun keterbatasan yang dimilikinya, Tuhan akan memperlengkapinya. Tuhan senantiasa menyertainya dan akan membuatnya berhasil.

REFLEKSI

Apakah aku menolak melakukan sebuah karya yang dikehendaki Tuhan untuk aku lakukan hanya karena kuatir dengan tantangan-tantangan yang ada? Apakah aku meragukan kemampuanku untuk menjadi utusan Tuhan? Adakah kekurangan menjadi penghambat bagiku untuk menjawab panggilanNya?

TEKADKU

Aku akan melakukan sebuah karya yang dipercayakan Tuhan kepadaku,sebab aku percaya Dia akan memperlengkapiku dan membuatku berhasil. Teguhkanlah imanku Tuhan, perkuat keberanianku. Amin.

TINDAKANKU

Melakukan satu hal yang terasa berat,namun aku tahu Tuhan menghendakinya, apakah itu berupa tugas,tanggung jawab,pekerjaan,pelayanan,membangun relasi, dsb.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«