suplemenGKI.com

Kamis, 13 Juni 2019

12/06/2019

Pembaharuan Dari Tuhan

Yehezkiel 11:14-25

 

Pengantar
                Pernahkah anda berjumpa dengan orang yang selalu menganggap dirinya benar? Sekalipun orang tersebut ditunjukkan data-data atau fakta-fakta bahwa dirinya salah, ia tetap tidak mau mengakui kesalahannya. Bahkan ia cenderung menyalahkan pihak lain atau oknum lain yang tidak jelas. Mengapa hal ini bisa terjadi pada orang tersebut? Ada beberapa kemungkinan yang terjadi, bisa saja ia gengsi mengakui kesalahannya. Mungkin orang tersebut tidak mau terbuka dengan pihak-pihak lain, atau mungkin cara pandang dan pikir orang tersebut sangat sempit bahkan cenderung picik. Bagaimana cara pandang bangsa Israel ketika mendapat disiplin dari Tuhan?

Pemahaman
Ay 14-16, Apa yang Tuhan katakan tentang bangsa Israel?
Ay 17-18, Apa yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Israel?
Ay 19-20, Apa yang ingin Tuhan perbuat bagi bangsa Israel kedepannya?
Ay 21, Dosa apa yang telah dilakukan bangsa Israel sehingga mereka di buang di Babel?
Ay 22-25, Apa yang ingin Tuhan sampaikan melalui nabi Yehezkiel kepada bangsa Isreal?

Tuhan mengingatkan bangsa Israel bahwa mereka telah jauh dari Tuhan, mereka telah meninggalkan persekutuan yang indah dengan Tuhan serta menggantikannya dengan dewa-dewa yang menjijikkan dan segala perbuatan yang jahat di tanah Israel. Oleh karena keberdosaan bangsa Israel ini maka Tuhan menawan mereka di Babel. Suatu tempat yang sangat jauh dari Yerusalem dan jauh dari bait Allah.

Tuhan bukanlah Tuhan yang hanya membuang bangsa Israel ke Babel saja, namun Tuhan tetap memperhatikan perjanjian-Nya dengan Daud, maka Tuhan berjanji akan mengumpulkan bangsa Israel yang berserakan. Bukan saja dikumpulkan namun juga diberi tanah untuk mereka hidup.

Tuhan ingin memproses bangsa Israel menjadi bangsa yang lebih baik melalui penderitaannya di negeri Babel, Tuhan juga berjanji akan memperbaharui hati dan memberikan roh yang baru, supaya bangsa Israel jangan lagi keras hati melainkan memiliki hati yang taat kepada Allah.

Bangsa Israel diharapkan menjadi bangsa yang hidup menurut ketetapan Tuhan dan peraturan-peraturan Tuhan dengan setia, maka bangsa Israel akan menjadi umat Tuhan dan Tuhan menjadi Allah mereka.

Namun disisi lain Tuhan tetap tegas dengan mereka yang tidak mau berubah dan tetap menyembah berhala, maka Tuhan tetap akan menghukum mereka sesuai dengan apa yang mereka kerjakan.

Bangsa Israel mesti menyakini apa yang dinubuatkan oleh nabi Yehezkiel, sekalipun mereka masih menunggu waktu pembaharuan dari Tuhan tersebut.

Refleksi
Ambil waktu sejenak untuk merenungkan: Kapan kita mendapat pembaharuan dari Tuhan? Apakah perilakuku semakin baik dan berkenan kepada-Nya?

Tekadku
Ya, Tuhan sering kali kami menganggap bahwa diri kami sudah baik, kami sering berharap orang lain yang berubah menjadi baik bukan diri kami, ampunilah kami ya Tuhan.

Tindakanku
Hari ini berani mengintrospeksi diri, hal-hal mana yang tidak baik yang saya akan tinggalkan?

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«