suplemenGKI.com

Kamis, 13 Juni 2013.

12/06/2013

Mazmur 32:6-11

 

Belajar Dari Pengalamam Masa Lalu

 

Pengantar:
            Catatan masa lalu, tentang hal yg buruk maupun hal yang baik dalam hidup kita, selalu menjadi pembelajaran untuk menjalani hidup dengan lebih baik lagi di hari-hari ke depan. Pengalaman masa lalu juga bisa menjadi pertimbangan untuk menolong kita mengingatkan orang lain, agar mereka jangan sampai mengulangi kegagalan atau kesalahan yang pernah kita alami. Itulah juga rupanya yang menjadi inti dari nyanyian pengajaran pemazmur di Mazmur 32:6-11 ini.

Pemahaman:

  1. Mengapa berdoa kepada Tuhan adalah penting dalam pengajaran pemazmur (v. 6-7)
  2. Apakah makna nasihat pemazmur dalam ayat. 8-9?
  3. Apa tujuan pemazmur membandingkan orang fasik dengan orang percaya kepada Tuhan (v. 10)? Apa yg seharusnya dilakukan oleh orang-2 yang percaya kepada Tuhan (v. 11) ?

Pada bagian ini pemazmur hendak menunjukan bahwa doa adalah sikap yang rendah hati datang kepada Tuhan membawa keberadaan diri yang memang berdosa untuk memohon pengampunan dan belaskasihan Tuhan. Orang yang mau berdoa adalah orang berdosa yang menyadari dosanya dan butuh pengampunan dari Tuhan.

Pada ay. 8-9, pemazmur juga mengajarkan bahwa selain berdoa kita juga harus dengar-dengaran terhadap Firman Tuhan. Kita dapat menikmati indahnya bersekutu dengan Tuhan yang akan menjadikan hidup ini tertib, bijak dan berpengatahuan melalui doa dan Firman-Nya. Sebaliknya jika kita jauh dari firman Tuhan, hidup ini akan sama seperti kuda atau bagal yang kelihatannya gagah, lincah, kuat tetapi sebetulnya bodoh dan tidak berpengertian, sehingga menjalani hidup dengan liar dan kacau, itulah maka disebut orng fasik yaitu orang yang tidak percaya/tidak beriman kepada Tuhan sehingga segala jalan hidup dipimpin oleh jiwa manusiawinya yang berdosa. Orang fasik hidupnya biasanya indah dan  menyenangkan diawal tetapi akhirnya selalu bermuara pada penderitaan, kebinasaan dan kehancuran, karena dia tidak memiliki arah dan jaminan yang benar yaitu Tuhan. Jadi marilah kita seperti pemazmur yang meninggalkan kefasikannya dan senantiasa bersekutu dengan Tuhan dalam doa dan firman-Nya, maka hidup akan bersorak-sorai dan bersukacita atau dengan kata lain berbahagia. 

Refleksi:
Coba periksa jalan-jalan hidup ini, apakah sudah berada pada jalur yang tepat yaitu selalu mengikuti nasihat Firman Tuhan dan berserah pada Tuhan dalam doa. Atau masih menyembunyikan dosa? Saatnya untuk berubah.

Tekadku:
Tuhan, aku sadar bahwa terkadang jalanku bengkok ke kiri dan ke kanan, tolonglah aku agar kembali pada jalur-Mu yang lurus, karena aku ingin menikmati hidup yang bersukacita dan bersorak-sorai.

Tindakanku:
Mulai sekarang aku mau senantiasa berseru kepada Tuhan dalam doa dan setia mendengar firman-Nya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«