suplemenGKI.com

Yesaya 62:1-5

NAMA BARU, HIDUP BARU

 

PENGANTAR

Ada sebagian orang yang berpendapat bahwa nama bukanlah sesuatu yang penting. Pendapat ini tidak sepenuhnya benar. Pada kenyataannya, bagi sebagian besar orang, nama sangatlah penting. Di dalam setiap nama terdapat makna, tujuan, atau bahkan harapan. Itulah sebabnya, pasangan suami-istri yang sedang menantikan kelahiran anak mereka sudah mempersiapkan nama yang terbaik, jauh sebelum bayi itu dilahirkan. Di dalam bacaan kita hari ini, Allah memberikan nama baru kepada umat-Nya. Tentu, ada maksud Allah yang baik bagi umat-Nya.

 

PEMAHAMAN

  • Ay. 1-3.         Mengapa Tuhan terus bekerja dalam kehidupan umat-Nya? Kondisi seperti apakah yang akan diwujudkan oleh Tuhan dalam kehidupan umat-Nya?
  • Ay. 4-5.         Nama baru apakah yang diberikan Tuhan kepada umat-Nya? Hal apakah yang hendak ditegaskan dalam nama baru tersebut? Bagaimana Tuhan mewujudkan hal itu dalam kehidupan mereka?

Bacaan kita hari ini menegaskan bahwa Tuhan akan dalam kehidupan umat-Nya sampai kebenaran, keselamatan, dan kemuliaan mereka nyata bagi seluruh dunia (lihat perikop sebelumnya, pasal 61:10-11). Pada waktu itulah semua orang akan menyebut Yerusalem dengan nama-nama yang baru (ay. 2), sesuai dengan kondisinya yang baru. Perlu diperhatikan bahwa Tuhan sendirilah yang menentukan nama baru itu. Artinya, Tuhanlah yang akan bekerja untuk mewujudkan kondisi yang baru itu. Kondisi mereka yang baru akan sedemikian indah, seperti mahkota dan serban di tangan Tuhan (ay. 3). Artinya, orang yang melihat keadaan mereka akan memuliakan Tuhan.

Nama baru diberikan Tuhan kepada umat-Nya untuk menandai perubahan kehidupan mereka. Nama lama mereka, ”yang ditinggalkan suami” dan ”yang sunyi” akan diganti dengan nama baru, ”yang berkenan kepada-Ku” dan ”yang bersuami” (ay. 4). Nama-nama itu menggambarkan kondisi sebuah pernikahan. Ini mengungkapkan aspek terpenting dalam perubahan keadaan mereka, yaitu hubungan mereka dengan Tuhan. Pulihnya hubungan dengan Tuhan merupakan titik awal dimulainya sebuah kehidupan yang baru. Peran dan tanggung jawab Tuhan ditegaskan kembali di ayat 5. Tuhan akan membangun umat-Nya (” … seperti seorang muda belia menjadi suami seorang anak dara, demikianlah Dia yang membangun engkau akan menjadi suamimu”) dan akan melakukannya dengan penuh semangat (” … seperti girang hatinya seorang mempelai melihat pengantin perempuan, demikianlah Allahmu akan girang hati atasmu.”).

Kita semua menginginkan kondisi yang lebih baik dalam berbagai aspek kehidupan kita. Kita tahu bahwa perubahan-perubahan penting akan dapat terwujud hanya apabila Tuhan bekerja di dalam kehidupan kita. Karena itu, perjuangan untuk mewujudkan perubahan dan memperbaiki kondisi kehidupan kita harus dimulai dengan pemulihan hubungan kita dengan Tuhan. 

REFLEKSI
Setiap perubahan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik harus dimulai dengan pemulihan hubungan kita dengan Tuhan. 

TEKADKU
Tuhan, terima kasih atas kesetiaan-Mu bekerja di dalam kehidupanku. Tolonglah aku menyingkirkan berbagai hal yang selama ini menjadi penghalang hubunganku dengan-Mu. 

TINDAKANKU
Aku akan membuat daftar lima hal yang selama ini menjadi penghalang hubunganku dengan Tuhan dan menuliskan cara-cara yang akan aku lakukan untuk mengatasinya.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Previous Post
«